Lentera Hati Suciwati
Aku bahagia karena memiliki cinta yang demikian besar, sehingga dengan cinta itu aku bisa bermanfaat untuk orang lain.

Suciwati, perempuan yang pernah mendapatkan gelar Asia’s Hero 2005 versi majalah Time, tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Meski kini tinggal di Malang dan membuka sebuah toko suvenir dan oleh-oleh, ia mampu membagi waktu untuk mengurus berbagai aktivitasnya yang lain. Di antaranya Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM), Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), Kontras (komisi yang menangani kasus orang hilang dan tindak kekerasan, dibentuk almarhum Munir), dan Imparsial (LSM yang bergerak dalam pengawasan dan penyelidikan pelanggaran HAM di Indonesia).
Di sebuah hari yang hujan, ia bercerita tentang aktivitas, cinta, kehidupan, dan mimpi-mimpinya. Cuaca dingin melarutkan segala kisah yang dituturkannya dalam suasana santai. Kadang terlihat air membasahi bola matanya kala bercerita tentang cintanya pada Munir, almarhum suaminya. Namun tak jarang terasa kering ketika meluapkan kemarahan yang sama sekali tak terasakan dalam penampilannya. Itulah suasana saat bertemu Suci, aktivis HAM Indonesia, pada suatu hari di bulan Januari. Continue Reading »
Posted in cinta...., kisah pilu manusia, mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged aktivis, Asia's Hero 2005, cinta...., Hak Asasi Manusia, HAM, munir, profil wanita, success story, Suciwati | 2 Comments »
Kompromi dalam Dunia Tanpa Kompromi

Keuletan dalam menghadapi tantangan dengan damai telah mengisi dan memperkaya kreativitasnya
Nama Aditya Novali meramaikan cerita dalam dunia seni kontemporer Indonesia. Dua pameran tunggal yang digelar di dua tempat berbeda dalam dua tahun terakhir ternyata cukup menarik perhatian khalayak. Banyak pecinta seni yang mengungkapkan bahwa ide karya yang dibawanya segar dan kontekstual, diramu dalam sebuah kreasi yang menyenangkan, seolah siap dimainkan dan diapresiasi oleh siapapun. Karya bukan dibuat hanya untuk segelintir manusia, atau usia. Isu interdisipliner sangat terasakan di dalamnya.
Pada pameran Indoscape: A “Geo-History” di Canna Gallery Jakarta, 2011, ia membuat kreasi berupa peta Indonesia yang dibuat dari beberapa elemen seperti lilin yang kemudian dilelehkan atau batang logam di dalam akuarium air. Karya yang mengingatkan kondisi (perpecahan) geografi Indonesia itu dikemas dalam bentuk menarik tanpa meninggalkan unsur kontemplatif dan fun. Demikian pula pada The Wall: Asian (un) Real Estate Project, Project Stage for Artstage 2012 di Singapura, Januari lalu. Ia memunculkan partisi berbentuk apartemen mungil yang bisa diputar-putar, masing-masing ruang bercerita, sekaligus mengingatkan pada konsep hybrid. Continue Reading »
Posted in art, Profil Pria | Tagged aditya novali, kontemporer, pengusaha, Profil Pria, seni kontemporer indonesia, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, seniman kontemporer, success story | Leave a Comment »
Bukan Sekadar Penjaga Malam

Akankah ia mampu memberi kontribusi atas segala hal yang disandangnya? Pertanyaan itulah yang terus mengisi dan memotivasi perjalanan hidupnya kini.
Waktu belum menunjukkan pukul delapan pagi. Direktur Jendral Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM), Prof. Harkristuti Harkrisnowo, SH, MA, Ph.D (55) sudah duduk di ruang kerja. Di atas meja, setumpuk laporan dibaca dengan detail sehingga tugasnya untuk memberikan rekomendasi kepada Menteri Hukum dan HAM bisa dilaksanakan dengan baik. “Ayahku tentara. Sejak kecil saya dididik disiplin, bangun pagi, memulai kerja pagi,” Guru Besar hukum pidana Universitas Indonesia (UI), yang juga doktor pertama di bidang Criminal Justice di Indonesia, memulai pembicaraan. Wajahnya segar, nada suaranya riang.
Belakangan ini aktivitas Tuti, nama panggilan Harkristuti, meningkat tajam. Persoalan HAM sedang banyak dibicarakan, mulai dari kasus besar seperti Mesuji, Bima, hingga perempuan yang tidak bisa menimang bayinya karena tak sanggup membayar biaya persalinan. Khususnya terhadap kasus-kasus konflik yang bernuansa kekerasan amat meresahkan pikirannya. “Saya baru menyadari dampak yang luar biasa dari sebuah kasus kekerasan ketika diwawancarai Los Angeles Time akhir tahun 1990-an. Ternyata dunia internasional melihat kita sebagai suatu bangsa yang tidak punya hati nurani. Itu sebabnya, kita tidak boleh anggap kecil sebuah kasus, meski yang terluka hanya satu orang.” Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged criminal justice, Hak Asasi Manusia, HAM, harkristuti harkrisnowo, hukum, indonesia, profil wanita, success story | Leave a Comment »
Terbang Bersama Mimpi Connie Rahakundini Bakrie
Ia membebaskan diri dan pikiran-pikiran kritisnya melalui dunia pertahanan yang justru sangat penuh dengan aturan

“Are you happily married?” .
Kalimat itu disampaikan dengan nada tegas oleh Jendral bintang tiga Dinas Intelijen Israel (Mossad), Shlomo Gazit, di salah satu ruang di kantor di suatu sudut di Ramat Aviv, Tel Aviv, Israel. Perempuan yang duduk di kursi itu sedikit terhenyak. Suasana tegang menyelimuti. Di depannya berdiri sosok dengan wajah dingin dan sedikit sombong. Tentu pertanyaan ini datang dari curriculum vitae yang menyebutkan nama suami yang juga seorang jendral di Indonesia, perempuan itu berkata pada dirinya sendiri. Namun, tiba-tiba muncul keberanian. “Maaf, apa maksud Anda menanyakan hal-hal yang sifatnya sangat pribadi?,”perempuan bersuara berat bernama Connie Rahakundini Bakrie itu kembali mempertanyakan.
Di lounge de Café, Mulia Hotel, Connie, 47 tahun, tersenyum mengenang kejadian yang pernah dialami beberapa tahun lalu kala ia sedang berada dalam suatu pertemuan wawancara untuk disertasi, The State Power – The Military element of The State Development. Shlomo Gazit duduk sebagai mantan ketua Amman (lembaga intelijen) di negara yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia itu adalah salah satu sumber yang diwawancarai. Connie sendiri adalah peneliti di INSS (Institute of National Security Studies), Tel Aviv, Israel. Saat ini, ia lebih dikenal sebagai pengamat pertahanan yang namanya dipertimbangkan di dalam dan luar negeri. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged ani sekarningsih, connie bakrie, connie rahakundini bakrie, indonesia, israel, peneliti, pertahanan, profil wanita, shlomo gazit, success story, the state power | Leave a Comment »
February 16, 2012 by rustika herlambang
Belantara Cinta
Ia membiarkan keliaran pikirannya tumbuh dan terus membesar. Sebab hanya dalam belantara dan menjadi liyan, ia menemukan dirinya sendiri.

Apakah perlu waktu untuk mengenal Tosca Santoso? Pada pertemuan pertama di sebuah kafe pagi menjelang siang, sikapnya amat formal, sedikit kaku, dan terasa benar sedang menimbang kemampuan orang yang diajak bicara. Setiap pertanyaan dijawab seperlunya. Suasana ini agak berbeda dengan gaya menulisnya yang luwes dan romantis di note-note yang dipasang di laman-laman facebook-nya. Namun untunglah, situasi kaku ini lekas terpecahkan manakala ia berada di ruang siar KBR68H. Ia bisa tertawa lepas. Tak ada beban. Ia banyak bercerita tentang hutan, novel yang ingin segera diselesaikan, serta kisah Tan Malaka. Rupanya ia butuh bicara hal-hal di luar rutinitasnya: radio dan segala prestasi-prestasi bisnisnya. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, Pengusaha/pebisnis, Profil Pria | Tagged aktivis, green radio, KBR 68H, King Baudouin Interbational Development Prize, Knight International Journalism Awards 2010, pengusaha, Profil Pria, success story, Tempo TV, tosca santoso | 2 Comments »
January 4, 2012 by rustika herlambang
Gincu Merah Waldjinah
Bahkan sebuah keberuntungan tidak instan. Ada perjalanan panjang yang telah menyertainya jauh-jauh hari ke belakang

Waldjinah tak pernah berubah. Ia masih terlihat kenes dalam balutan kebaya kutu baru dan sanggulnya. Polesan kosmetik masih saja menunjukkan pamornya yang demikian kuat. Hingga kini nama dan citranya masih tetap sama: Ratu Keroncong Indonesia. Sulit untuk memunculkan nama yang bisa menyamai popularitasnya dalam dunia keroncong dan langgam di Indonesia. Nama Waldjinah selalu disebut yang pertama. Selalu. Meski dekade demi dekade telah berlalu.
Dalam beberapa pertemuan, dan khususnya ketika ia mengisi sesi pergelaran Anne Avantie di Kraton Susuhunan Solo akhir Mei lalu, suara dan penampilannya masih tetap juara. Bila berubah hanyalah petanda usia. Ia tetap ramah dan rendah hati kendati bintangnya sudah terang sedemikian lama dan abadi. Saat ditemui di kediamannya di Solo, ia sudah berdandan seperti siap pentas, meski menggunakan daster kesayangan, seolah menegaskan bahwa gaya dandanan itulah ikon dirinya. Continue Reading »
Posted in cinta...., mewangikan nama indonesia, profil wanita, seniman | Tagged Anne Avantie, erwin gutawa, Keroncong, keroncong indonesia, langgam jawa, legendaris, penyanyi, profil wanita, seniman, success story, Waldjinah | Leave a Comment »
Dewi edisi Juni 2008
Sandiaga Uno
Bersemayam dalam Kesempurnaan

Kedisiplinan dan kesempurnaan dalam segala hal berbanding lurus dengan keliaran imajinasinya
Dialah Sandiaga Salahuddin Uno, salah satu pengusaha muda terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia. Melalui PT Saratoga Investama Sedaya yang membidangi investasi dan penyertaan modal langsung serta PT Recapital Advisor dalam hal sekuritas, ia ikut menggeliatkan situasi infrastruktur dan sumber daya alam Indonesia. Keberhasilan ini dilakukan atas usahanya sendiri, bukan kekayaan turunan alias bisnis keluarga, seperti banyak pengusaha besar di Indonesia.
Kendati demikian, Sandi—begitu ia akrab disapa– bukanlah tipe pengusaha sukses yang berjarak, melainkan hangat, ramah, dan sangat peduli. Barangkali karena ia dilahirkan di lingkungan pendidik. Ayahnya Razif Halik Uno, dikenal dengan Henk Uno, adalah seorang pekerja yang sangat loyal di sebuah perusahaan minyak. Sementara ibunya, Rachmini Rachman, alias Mien Uno memang dikenal sebagai ahli dan pelopor ilmu kepribadian di Indonesia. Continue Reading »
Posted in Pengusaha/pebisnis, pos pilihan, Profil Pria | Tagged Batu bara, cinta...., HIPMI, KADIN, pengusaha, pengusaha muda, pengusaha terkaya, politik, Profil Pria, Sandiaga Uno, Saratoga, success story | 61 Comments »
Dewi Edisi April 2008
Mencairkan Gunung Es
Dia tahu apa yang dia mau, dan tahu bagaimana strategi untuk menyalurkan semua keinginannya

Mencairkan Gunung Es
Ketegangan usai rapat dari kantor, yang katanya cukup melelahkan, seolah menguap begitu saja, ketika Miranda Swaray Goeltom berada di depan kamera. Dia yang selalu terlihat serius di dalam layar televisi -terutama belakangan ini– tiba-tiba muncul dalam sosok yang menyenangkan, penuh canda, dan sedikit kekanak-kanakan. Manja. Lalu berpose, layaknya model profesional, tanpa sungkan atau grogi di depan puluhan orang yang berada di tempat itu. Sepertinya ia sangat menikmati segala proses yang terjadi. Yang pasti, dia tahu persis angle terbaik di mata kamera.
Rasa percaya diri itu memang sangat menguasai dirinya. Seperti ketika ia meluncurkan buku ketiganya, The Indonesian Experience -essays in Macro Economic Policy, di Jakarta, seminggu sebelum pemotretan berlangsung. “Saya puas dengan buku itu,” Miranda menuturkan buku setebal 600 halaman yang dipenuhi dengan data dan informasi detail, tertata rapi, dengan pengantar yang memudahkan orang awam sekalipun memahami pikirannya. “Saya setiap malam memompa semangat untuk membuatnya,” Deputi Senior Bank Indonesia (BI) mengenang kerja kerasnya. Continue Reading »
Posted in cinta...., pejabat, profil wanita | Tagged Bank Indonesia (BI), cinta...., Miranda Goeltom, pejabat, profil wanita, success story | 3 Comments »
August 19, 2008 by rustika herlambang
Sri Mulyani Indrawati * (revised)
Reformasi Tidak Setengah Hati

Sri Mulyani Indrawati
”Saya menganggap, saya diangkat bukan karena perempuan”
Di kalangan kabinet persatuan, boleh dibilang nama Sri Mulyani Indrawati cukup menonjol. Selain memegang jabatan cukup menantang sebagai Menteri Keuangan –di mana ia harus mengelola anggaran negara sebanyak Rp.750 trilyun, berhubungan dengan para wajib pajak, eksportir, importir, pelaku bursa saham hingga semua instansi pemerintah—ia juga sedang melakukan reformasi besar-besaran di lingkungan departemennya. Di tengah memburuknya reputasi departemen yang dipimpin, Anik—nama akrabnya– ingin mengembalikan fungsi birokrasi dalam arti yang sesungguhnya sebagai pelayan masyarakat.
Ekonom Moh. Chatib Basri mengomentari seniornya itu sebagai salah satu menteri yang memiliki performa dan kinerja terbaik. ”Saya kira berkaitan dengan karakter Anik yang tegas, perfeksionis, dia pasti akan tegas melakukannya. Dia itu tipe orang yang kalau punya obsesi dan target tidak gampang menyerah,” Chatib menampakkan optimismenya. Dan memang inilah yang diharapkan. Dalam dua tahun terakhir bisa dibilang kerja besar yang dilakukannya telah memberikan sinyal yang lebih baik, lepas itu belum sampai pada target yang diraih: ”menjadikan depkeu selalu setia menjada kepentingan negara Indonesia di tengah globalisasi, dipercaya dan dibanggakan rakyat Indonesia.” Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, pejabat, profil wanita | Tagged ekonom, finance minister of the world, kabinet SBY, kabinet SBY jilid 2, managing director, menteri keuangan, menteri wanita, profil wanita, Sri Mulyani Indrawati, success story, tonny sumartono, world bank | 36 Comments »
August 30, 2008 by rustika herlambang
Cinta Merah
Christine Ay Tjoe

christine ay tjoe
Merah itu luka. Merah itu darah. Tapi merah juga bisa berarti gairah. Kehidupan. Di atas kanvas, ia menyembuhkan seluruh luka dalam hidupnya
Dunia seni rupa Asia Tenggara mengenal benar karya-karya Christine Ay Tjoe (1973). Gaya estetiknya yang khas rupanya mencuri perhatian banyak galeri dan kolektor seni rupa kontemporer. Ia dikenal memiliki sensibilitas estetik yang diolah dari dari perasaan terdalamnya. Karena itu karyanya terasa sangat personal, orisinil, dan sama sekali tak dipengaruhi tren seni rupa terkini. Dia hanya percaya pada dirinya sendiri, sebab kanvas baginya adalah penyembuh luka-luka hidupnya.
Ay Tjoe lahir di Bandung, dari sebuah keluarga sederhana. Di sebuah pemukiman padat, ramai, dan cukup banyak konflik, ia tinggal bersama ketiga saudara kandung, orang tua, dan neneknya dalam sebuah hubungan yang tak hangat, bahkan cenderung dingin dan kaku. Kedua orang tuanya sangat sibuk di toko kelontong miliknya, sehingga Ay Tjoe kecil acapkali merasa tak mendapat perhatian secukupnya. “Kadang saya ingin dipeluk ibu seperti teman-teman lain..,”ia mengingat keinginan yang dipendamnya selama bertahun-tahun dan tak pernah disampaikannya itu.
Continue Reading »
Posted in pos pilihan, profil wanita, seniman | Tagged boneka, Christine Ay Tjoe, cinta...., ITB, kontemporer, phillip morris award, profil wanita, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, success story, yogyakarta | 7 Comments »
September 23, 2008 by rustika herlambang
In Memoriam
Mohamad Ali Chanafiah
Tiga tahun lalu, saya menemui mereka. Hari ini, saya sedih karena saya mendengar Pak Ali sudah meninggal.

Mantan Dubes tanpa Tanah Air
Terbuang akibat G-30-S (1)
MUHAMAD Ali Chanafiah kini berusia lebih dari 90 tahun. Dia tinggal di sebuah flat delapan lantai di Ragsved, 15 kilometer selatan Stockholm, Swedia.Di rumah yang asri itu Ali tinggal bersama anak laki-lakinya dan dua cucunya. Setiap pagi mantan duta besar Indonesia di Sri Lanka itu sendirian di rumah ditemani dua parkit kesayangannya, Tono dan Tina. Anak dan cucunya bekerja atau sekolah. Dua parkit itu menjerit-jerit dalam kandang yang mungil dan bersih jika ada tamu yang berkunjung.Meski sudah sepuh, Ali tetap bersemangat menceriterakan masa lalunya. Continue Reading »
Posted in kisah pilu manusia, Uncategorized | Tagged G30SPKI, Kisah Orang-Orang Terbuang, para eksil di swedia, politik | 19 Comments »
November 15, 2008 by rustika herlambang

- Petinggi GAM Swedia
Dunia dalam Genggaman
Bakhtiar Abdullah
Pengantar:
Tiga tahun lalu saya pernah menjumpai para petinggi GAM Swedia di Swedia. Pertemuan ini terjadi beberapa hari setelah perundingan Helzinky. Artikel ini saya munculkan kembali, setelah banyak teman yang menanyakan soal pertemuan saya dengan para petinggi GAM usai mereka membaca artikel mengenai Danau Laut Tawar yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma di majalah Intisari. Mungkin mereka merasa aneh, bagaimana saya yang kini bekerja di dewi, majalah life style, berurusan dengan GAM
Stockholm, 18 September 2005
Stockholm begitu cantik di pagi itu. Langit membiru seutuhnya. Beberapa gumpalan awan kecil terlihat menggerombol di satu sisi. Lainnya begitu bening, begitu bersih. Matahari menampakkan sinarnya dengan bahagia. Suasana terasa hangat, meski suhu sudah mulai menurun hingga 12 derajat celcius.
Kami berjanji bertemu di lobi hotel Sheraton Stockholm pukul 2 siang. Sebelum waktu menjelang, Bakhtiar Abdullah, juru bicara GAM sudah menampakkan tubuhnya di balik pintu putar Hotel Sheraton. Ia tersenyum dari kejauhan, memberikan kesan persahabatan. Seorang kameramen dari sebuah televise Swedia mengabadikan pertemuan kami. Ia mengulurkan tangannya dengan hangat, mengajak saya untuk menuju mobil Toyota yang diparkir tepat di depan hotel. Continue Reading »
Posted in cinta...., politisi, Uncategorized | Tagged Bakhtiar Abdullah, GAM, Perundingan Helzinky, Swedia | 3 Comments »
November 15, 2008 by rustika herlambang
Berjuang dari Negeri Orang

malik mahmud, rustika, zaini abdullah
Tak kenal, maka tak sayang. Barangkali pepatah itu begitu merasuk di hati pria pendiam yang kini bermukim di Swedia, Dr Zaini Abdullah, Menteri Luar Negeri Gerakan Aceh Merdeka (GAM), saat ia bertemu dengan seseorang yang baru pertama dijumpainya. Bisa jadi sikapnya itu sebagai bagian dari perasaan untuk selalu waspada dalam berinteraksi. Apalagi sebuah pertemuan dengan seorang wartawan Indonesia.
Situasi ini dialami Media saat menjumpainya di kediaman Syarif Usman, Minggu lalu (18/9). Seusai diperkenalkan, Zaini tak banyak bicara, atau melontarkan pertanyaan, seperti yang dilakukan oleh Teungku Malik Mahmud, Perdana Menteri GAM yang hadir dalam kesempatan itu. Meski demikian, dalam beberapa kesempatan, Zaini terlihat mencuri pandang. Matanya menatap tajam, mungkin ia tengah menafsirkan tetamu yang datang padanya di siang hari cerah itu. Ia tampak diam menunggu, dibandingkan dengan melontarkan satu pernyataan dari mulutnya. Continue Reading »
Posted in cinta...., Profil Pria | Tagged GAM, Perundingan Helzinky, Swedia, Zaini Abdullah | 4 Comments »
November 15, 2008 by rustika herlambang
Mengembalikan Kejayaan Budaya Aceh

malik mahmud
Mengenal Malik Mahmud, bukanlah hal yang mudah. Kesan pertama yang timbul saat bertemu Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini, ia adalah orang yang tegas, agak kaku, dan penuh pertimbangan. Setiap kata-kata yang akan diluncurkan, dipikirkan dengan dalam. Beberapa hal yang sangat sensitive, seperti soal Aceh, ia terlihat sangat hati-hati dalam memberikan statement.
Beberapa kali dalam wawancara awal dengan Media, ia tampak sedikit tegang.
“Saya harus berhati-hati, karena masalah Aceh masih sangat sensitive. Sedikit perbedaan persepsi, akan menimbulkan dampak yang sangat besar,” jelasnya. Tangan kirinya berkali-kali mengusap-usap dahinya yang sudah mulai mengerut , sementara tangan kanannya memain-mainkan digital recorder mini milik Media yang terletak di dekat tangan kirinya. Continue Reading »
Posted in cinta...., Profil Pria, Uncategorized | Tagged GAM, Malik Mahmud, Perundingan Helzinky, Swedia | Leave a Comment »
November 22, 2008 by rustika herlambang

para eksil di swedia
Surat Pembaca
(surat yang akhirnya tak pernah terpublikasi di Media Indonesia. entah kenapa…..)
Saya seorang Warganegara Indonesia yang sejak tahun 1974 telah bermukim di Stockholm, Swedia dan sekarang bekerja pada jenjang manajer di salah satu perusahaan teknologi informasi Swedia.
Saya memperhatikan dan membaca dengan seksama melalui Media Indonesia On-Line (via Internet) pada edisi 30 September, 1 Oktober dan 9 Oktober yang lalu mengenai reportase tentang orang-orang (asal) Indonesia yang terhalang pulang karena masalah perbedaan pandang politik di zaman Orde Baru dahulu . Continue Reading »
Posted in cinta...., kisah pilu manusia, Uncategorized | Tagged para eksil di swedia, politik, Swedia | 1 Comment »
November 30, 2008 by rustika herlambang
Obin,
Perempuan Anomali dari Jalan Kopi

Obin (Josephine Komara)
Dia adalah perempuan dari masa lalu, di masa kini, untuk masa depan Indonesia
Josephine Werratie Komara alias Obin tak pernah mau bercerita tentang dirinya sendiri. Maka artikel ini merupakan hasil wawancara dari lebih dari 13 orang. Diantaranya August Parengkuan, Melly Budiman, John Suryaatmadja, Inet Leimena, Erlangga Komara, Ronny Siswadi, Karlina Supelli, Bondan Winarno, Maria, Wita, dan masih banyak lagi. Obin sesekali memberikan komentar atas berbagai pandangan mereka atas dirinya. “Masak gue yang harus cerita tentang diriku sendiri.. Biar mereka saja bicara tentang gue….,”katanya.
***
Gadis kecil itu terpaku di depan sebuah ember. Tubuhnya membungkuk, matanya tertumbuk pada gerakan air yang yang berputar di dalamnya. Dia mengamati dengan seksama bagaimana cairan putih pembersih lantai itu berputar, berputar, lantas meluruh bersama air bersih. Ia lupa –tepatnya tidak peduli– dengan segala hal yang ada di sekelilingnya saat itu. Lalu imajinasinya tumbuh, membayangkan dirinya sebagai cairan putih pembersih lantai yang meluruh bersama air. Continue Reading »
Posted in cinta...., kisah pilu manusia, mewangikan nama indonesia, Pengusaha/pebisnis, pos pilihan, profil wanita | Tagged batik, fashion, Josephine Komara, Obin, pencak silat, success story | 14 Comments »
January 22, 2009 by rustika herlambang
Petualang Kehidupan

ugo untoro
Bagi Ugo, seni tidak hanya diukir di atas kanvas atau obyek, tapi juga di hati, perasaan dan kehidupannya
Satu halaman buku saja tidak akan pernah cukup untuk menuliskan Ugo Untoro. Seniman eksentrik yang kini bermukim di Yogyakarta ini memang menarik dikupas dari berbagai sisi. Dari penampilan hingga karya seni yang dilahirkan seolah menunculkan petanda-petanda yang bebas diinterpretasikan oleh siapapun. Itu sebabnya penulis, sastrawan yang juga sahabat Ugo, Omi Intan Naomi sanggup menghabiskan 483 halaman untuk membukukan kisahnya: The Sound of Silence and Colors of the Wind Between the Tip of a Cigarette and Fire of the Lighter (17 Years of Ugo Untoro’s Fine Arts, 1989-2006). Buku yang dibuat dalam waktu sepuluh hari itu diluncurkan Desember lalu di Jakarta.
Seorang seniman kontemporer Indonesia yang namanya terus menanjak -sayang dia enggan disebut namanya-mengakui bahwa Ugo adalah sosok legenda dalam dunia seni rupa kontemporer Indonesia yang sangat total dalam berkarya. Ugo-lah yang membawa gaya corat-coret di atas kanvas sejak 15 tahun lalu, yang kini baru disadari, seperti dikatakan kurator Hendro Wiyanto, bahwa apa yang dilakukan itu dimaksudkan untuk “menghancurkan” gaya (seni lukis) di akademi seni rupa Yogyakarta yang sarat berpegang pada mutu keastistikan sapuan kuas dan garis. Tiga penghargaan bergengsi dalam dunia seni, Philip Morris Award sempat direbutnya pada tahun 1994, 1998, dan kemudian memenangkan 5 Best Asia Philip Morris Award di Hanoi, Vietnam. Ia juga ditasbihkan menjadi Tokoh Seni Rupa Tahun 2007 versi Majalah Tempo. Continue Reading »
Posted in art, cinta...., mewangikan nama indonesia, penulis, Profil Pria, seniman | Tagged cinta...., kontemporer, kuda, pelukis, perupa, Profil Pria, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, seniman, success story, Ugo Untoro, yogyakarta | 16 Comments »
February 28, 2009 by rustika herlambang
Tarian Kehidupan

eko supriyanto
Waktu kecil dianggap sebagai kerikil. Kini dia telah tumbuh dan bermetamorfosa menjadi intan yang siap diasah…
Eko Supriyanto mulai menari ketika kabut mulai turun di Candi Sukuh. Tubuhnya terhanyut dalam gerakan yang ia rasakan ketika bersentuhan dengan alam, udara dingin, pepohonan, serta relief candi yang bertutur tentang kejadian manusia. Musiknya: desir angin dan jepretan kamera. Bangunan candi yang berupa kerucut terpotong, pohon-pohon dan langit berkabut menjadi latarnya. Ia bergerak seolah merayap seperti kura-kura lalu bergerak terbang ke udara seperti burung garuda. Kata-kata Eko sebelum menginjak bangunan candi bahwa ia menemukan kesadaran kepenariannya di sini kembali terngiang. Mungkin hal itu yang membuatnya trance ketika menari.
“Candi ini bercerita tentang pertemuan antara Ibu Bumi, yang disimbolkan oleh kura-kura, dan Bapak Angkasa yang disimbolkan oleh garuda. Tapi buatku, ini berarti bahwa kita harus meraih cakrawala, tapi harus tetap kembali ke bumi,”tuturnya tentang tarian yang baru saja diperagakan. Pernyataan ini sepertinya sangat cocok dengan dirinya yang kini tercatat sebagai penari, koreografer serta pemilik studio tari “Solo Dance Studio” yang disegani di dunia tari internasional. Meski memiliki latar belakang tradisi asal Jawa, namun ia begitu terbuka dalam menyerap berbagai khasanah dalam lingkungan global sehingga kehadirannya diperhitungkan dalam panggung kolaborasi internasional. Continue Reading »
Posted in cinta...., kisah pilu manusia, mewangikan nama indonesia, Profil Pria, seniman | Tagged cinta...., dance company, Drowned World Tour 2001, eko supriyanto, generasi biru, Julie Taymor, kontemporer, Madonna, opera jawa, penari, peter sellars, Profil Pria, seniman, Solo Dance Studio, success story | 3 Comments »
February 28, 2009 by rustika herlambang
Kepompong Kenyamanan

djenar maesa ayu
Kendati karyanya penuh pendobrakan, dalam keseharian ia ádalah orang yang enggan dengan perubahan
Djenar Maesa Ayu (36) dalam keseharian adalah seorang ibu muda, beranak dua, berdaster batik ria saat di rumah, memasak, membersihkan rumah berlantai tiga dan mengurus anak-anaknya. Sendirian. Tidak ada pembantu, meski tinggal di rumah gedongan pinggiran Jakarta Barat. “Saat seperti inilah saya merasa “kaya”. Tanpa pembantu, saya bisa memaksimalkan peran saya sebagai ibu,” kata Djenar sambil menatap mesra wajah anak bungsunya, Bidari Maharani (8) yang terlelap di atas pangkuannya. Sulungnya, Banyu Bening (17), baru saja pamit untuk nonton basket dengan pacarnya, berbekal nasi dengan ayam goreng yang disiapkan Djenar sebelumnya. Inilah gambar suasana di rumah Djenar ketika dewi bertandang ke rumahnya sehari itu.
Di luar sana, eforia belum saja usai. Film perdananya “Mereka Bilang, Saya Monyet!” meraih prestasi sebagai film terbaik versi Majalah Tempo, juga mengukuhkannya sebagai tokoh seni 2008. Film yang diangkat dari judul buku kumpulan cerpen pertamanya ini sekaligus membuka kiprahnya di berbagai festival film internasional seperti Berlin Asian Hot Shots Film Festival dan Singapore Film Festival. Keberhasilan ini seolah melanjutkan berbagai prestasi yang diperoleh dari kumpulan cerpen dan novelnya yang lain, seperti “Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu), “Nayla”, “Cerita Pendek tentang Cerita Pendek”, yang berhasil meraih penghargaan dari Khatulistiwa Literary Award. Karya-karyanya banyak dibicarakan karena keberaniannya dalam menyuarakan problem seksualitas dalam diri manusia.
Dua belas tahun lalu, sebelum ia memiliki hasrat untuk menulis, ia tak lebih dari seorang ibu rumah tangga biasa. Continue Reading »
Posted in cinta...., mewangikan nama indonesia, penulis, profil wanita, seniman | Tagged cinta...., Djenar Maesa Ayu, film indonesia, Khatulistiwa Literary Award, penulis, sastrawan, seksualitas, success story | 7 Comments »
Dna Kehidupan
Herawati Sudoyo
Ia percaya kebahagiaan bisa diraih bila diperjuangkan dengan ketangguhan

herawati sudoyo
Dr. Herawati Sudoyo, Ph.D. adalah penganalisa dna forensik dari Lembaga Biologi Molekul Eijkman, Jakarta, Indonesia. Lahir tanggal 2 November 1951. Teman-temannya mengenal ia sebagai ilmuwan yang amat cermat dan teliti, kendati selalu berusaha tampil modis. Meski dibesarkan dalam keluarga tentara, hubungannya dengan Kepolisian Republik Indonesia berjalan amat mesra. Ia pernah mendapatkan Wing Kehormatan Kedokteran Kepolisian (2007), penghargaan Habibi Award untuk kemajuan ilmu kedokteran dan bioteknologi dan Australia Alumni Award for Scientific and Research Innovation (2008). Ketika bom meledak di Bali dan kemudian di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dalam waktu 13 hari, ia berhasil mengenali pelaku melalaui metode analisis forensik dari DNA mitokondria.
Kisah di atas bukanlah sebuah pengenalan nama tokoh seperti yang ada dalam film dan serial televisi CBS, Amerika, Crime Scene Investigation (CSI) yang memenangkan Penghargaan Emmy. Herawati, adalah sebuah nama nyata di Indonesia, yang dalam pekerjaannya melakukan aktivitas serupa kelompok tim forensik Las Vegas dalam menguak sebuah misteri, kematian tak wajar, dan kejahatan lainnya. Termasuk bom bunuh diri. “Berbeda dengan kasus pengeboman di Amerika dimana para pengebom mengaku bertanggung jawab, di Indonesia tidak pernah ada. Akhirnya kami bisa temukan pelakunya dari metode DNA forensik. Ini seperti pekerjaan yang sangat menantang. Seperti CSI,”katanya gembira. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged bom bali, bom kedutaan australia, cinta...., CSI, dna forensik, genetika molekul, habibi award, Herawati Sudoyo, lembaga eijkman, peneliti, profil wanita, success story, Wing Kehormatan Kepolisian RI | Leave a Comment »
April 29, 2009 by rustika herlambang
Negosiasi Kehidupan

Ridwan Kamil
Nilai-nilai hidupnya banyak lahir dari tekanan. Dan akhirnya, nilai itulah yang ia jadikan cara bernegosiasi dengan kehidupan.
Mochamad Ridwan Kamil menuliskan dirinya sebagai seorang pemimpi dan pecinta kota. Arsitek, urban designer, penulis dan dosen ini adalah pendiri Urbane, sebuah jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain terkemuka di Indonesia dan manca negara. Meski berpusat di Bandung, karya-karya Urbane bertebaran di Singapura, Bangkok, Bahrain, Beijing, Vietnam dan tentu saja Indonesia. Umumnya proyek ini berupa pengembangan kawasan perkotaan seluas 10-1000 ha, atau disebut sebagai mega proyek.
Salah satu proyek yang dikerjakannya kini adalah Superblock Project untuk Rasuna Epicentrum di Kuningan Jakarta. Ia menggarap 12 hektar dari total kawasan 50 hektar, termasuk diantaranya Bakrie Tower, Epicentrum Walk, perkantoran, ritel, dan waterfront. Di luar itu, ia adalah Ketua Bandung Creative City Forum (BFCC), sebuah komunitas kreatif yang ingin menjadikan Bandung sebagai kota terindah nomor lima di dunia dalam lima tahun mendatang. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, Pengusaha/pebisnis | Tagged Arsitektur, Bandung Creative City Forum, pengusaha, Profil Pria, Rasuna Epicentrum, Ridwan Kamil, success story, Superblock Project | 6 Comments »
April 29, 2009 by rustika herlambang
Kata Hati
Gadis Arivia

gadis arivia
Strategi bermain cantik -seperti penampilannya- itulah cara dia memerjuangkan persoalan perempuan di Indonesia
“Selebriti” itu bernama Gadis Arivia Effendi. Dia baru saja datang dari Amerika, untuk mampir sebentar di Indonesia, meluncurkan buku kumpulan puisi pertamanya: Yang Sakral dan Yang Sekuler. Ditemui di Yayasan Jurnal Perempuan, lembaga swadaya masyarakat bentukannya, ia tampak sibuk menemui dengan rombongan kawan-kawannya sesama aktivis yang datang silih berganti hingga malam hari. Mereka berdiskusi, melepas kerinduan untuk bercerita, lalu diakhiri dengan foto bersama. Suasana begitu cair dan akrab. Gadis sendiri tampak menikmati suasana itu. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged aktivis, cinta...., Feminis, Gadis Arivia, Jurnal Perempuan, profil wanita, Suara Ibu Peduli, success story, Tasrif Award-AJI | 2 Comments »
Di Balik Panggung

rinny noor
Di balik gemerlap panggung musik, ada kesederhanaan ia dalam membuat semua mimpi artis menjadi nyata
“Dia menunjukkan padaku sebuah peta dunia dan membukanya di atas meja. Lalu ia bertanya, ‘Nah, Rinny, sekarang tunjukkan padaku, di mana letak Indonesia.’”
Rinny Noor tersenyum. Sebuah kenangan indah bersama Bill Graham kembali mengusik pikirannya. Alunan musik terompet dan hawa dingin yang merasuki ruang privat Restoran Seribu Rasa, Jakarta, kian menghanyutkannya. Ia menikmati suasana itu, bersamaan dengan kepulan asap rokoknya yang terus menerus dihisapnya, mengenang sebuah kisah sangat berkesan ketika menginjakkan kakinya di kantor Bill di San Fransisco, 22 tahun lalu. Bill adalah legenda promotor tur musik rock dunia yang pernah membawa Santana dan Rolling Stone dari Eropa menuju Amerika. Pertemuan bersejarah itu tak hanya membuat mimpi bertemu sang idola menjadi nyata, namun juga mengarahkan biduk kehidupannya di kemudian hari menjadi seorang promotor musik yang sukses.
Continue Reading »
Posted in cinta...., mewangikan nama indonesia, Pengusaha/pebisnis, profil wanita | Tagged cinta...., fashion, live earth, Music Promotor, Musik, pengusaha, profil wanita, Rinny Noor, Rinny Noor Presents, success story | Leave a Comment »

Takashi Murakami, Passion for Creation
Tuhan kadang memiliki rahasianya sendiri pada diri manusia. Kejadian yang kualami adalah merupakan dari kisah itu. Entah bagaimana muasalnya, aku merasa, sekali lagi aku merasa, pernah mendapatkan sebuah surat undangan yang berisi bahwa aku akan menuju ke Hong Kong untuk datang di sebuah acara di mana aku ada kesempatan untuk mewawancarai Takashi Murakami dan Frank Gehry. Sepulang dari Perth, tak ada pikiran lain kecuali melakukan riset habis-habisan untuk bisa bertemu dengan dua seniman besar dunia itu. Continue Reading »
Posted in cinta...., seniman | 2 Comments »
Hikmah di Balik Musibah
Di mana bayi-bayi Haris selama dua puluh tahun lamanya? Rupanya masih tertinggal di dalam pikirannya.

Haris Purnomo
Lukisan Haris Purnomo hilang! Itulah kabar yang beredar di saat pembukaan pameran seni akbar Miami Biennalle beberapa waktu lalu. Booth miliknya terlihat sunyi dibandingkan dengan kemeriahan pameran karya seniman-seniman pilihan yang datang dari seluruh penjuru dunia. Hanya ada tiga buah karya tiga dimensi berupa bayi yang dibedong dan diletakkan di sudut dinding putih bersih memberi kehidupan di sana, selain sebuah tulisan yang dibuat dari kapur berwarna. Bunyinya:
Where is my baby,
DHL Lost My Paintings? Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged aktivis, cinta...., Coca Musium, Haris Purnomo, kontemporer, lukisan bayi-bayi, Miami Biennalle, Profil Pria, success story, The Schoeni Public Vote Prize | 2 Comments »
“Rumah Idaman”

anies baswedan
Keberhasilannya selama ini barangkali datang dari sudut pandang yang penuh optimisme terhadap segala hal tentang kehidupan
Di antara 100 intelektual dunia versi jurnal Foreign Policy (Amerika Serikat) 2008, terdapat nama Anies Baswedan. Pria 40 tahun yang dikenal sebagai peneliti dan kini menjadi Rektor di Universitas Paramadina, Jakarta, tercatat bersama nama-nama besar intelektual penting dunia seperti Samuel Huntington, Francis Fukuyama, dan Thomas Friedman. Prestasi ini tak berhenti sampai di situ. Awal tahun, ia dikukuhkan sebagai Young Global Leaders 2009 oleh World Economic Forum yang berpusat di Jenewa.
Kebesaran namanya tidak lantas membuatnya arogan. Hal itu sangat terasakan saat menemui Anies dalam beberapa kesempatan di tengah padatnya agenda. Sebaliknya, ia sangat rendah hati dan santun. Wawasannya yang luas ditambah ilmu retoriknya yang luar biasa membuat suasana wawancara terasa seperti bapak yang bercerita untuk anaknya. Senyum dan tawa renyahnya banyak mewarnai. Saat ditemui di kampus, ia mengenakan kemeja putih lengan pendek dengan celana panjang hitam, yang rupanya seragam dengan beberapa stafnya, ia tampak begitu bersahaja. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged aktivis, anies baswedan, AR Baswedan, Foreign Policy, intelektual muda indonesia, penulis, Profil Pria, success story | 4 Comments »
Aktivis LSM Bersepatu Boot

yuyun ismawati
Ia ingin menjadi bagian dari sebuah perubahan. Kendati untuk itu ia harus berbenturan dengan segala persoalan yang sepertinya tak bisa diselesaikan
Apa lagi kata yang lebih tepat untuk menggambarkan Yuyun Ismawati kecuali sifat pemberontaknya yang sangat menonjol? Ibu tunggal dengan dua anak perempuan ini memang benar-benar memberontak dengan segala sistim yang ada dan mencoba menciptakan tatanan tersendiri yang menyangkut sampah dan sanitasi –sesuatu yang pasti tak berbau wangi dan selalu dijauhi. Sebaliknya, ia memikirkan, menggalang, dan melata bersama komunitas masyarakat pengguna sampah sehingga sampah menjadi benda yang berharga sebelum akhirnya dibuang. Atas dasar itulah ia mendapatkan penghargaan Goldman Prize Award 2009, atau yang sering disebut nobel dalam bidang lingkungan. Continue Reading »
Posted in cinta...., kisah pilu manusia, mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged aktivis, cinta...., Goldman Prize Award 2009, lingkungan, nobel lingkungan, politik, profil wanita, success story, Yuyun Ismawati | 7 Comments »
Bulan di balik Awan Hitam

Gede Mahendra Yasa
Ia berdayakan seluruh kelemahan dan penderitaan selama bertahun-tahun menjadi sebuah kekuatan dalam menata hidup dan masa depan.
Di akhir senja, Gede Mahendra Yasa bisa bercerita tentang dirinya. Formalitas yang tampak di jam-jam pertama pertemuan tak lagi ada. Seniman Bali yang baru saja meraih penghargaan Award of Mapping Asia di CIGE 2009 ini rupanya memerlukan waktu yang khusus untuk memanggil mood-nya. Di atas balkon SigiArt, menghadap keramaian kota, dan matahari jatuh di kejauhan, ia “membawa” dewi menuju rumah-rumah masa lalunya nun jauh di sana, di Singaraja.
“Singaraja adalah Bali Utara,” Hendra, nama akrabnya, membuka pertemuan dengan perbincangan serius. Wilayah ini memiliki tradisi sedikit berbeda dibandingkan dengan Bali Selatan yang masih ketat memegang adat – tempat banyak seniman asal Bali yang namanya kini menanjak dalam percaturan seni rupa Asia Tenggara. Karena terletak di pesisiran, pernah menjadi ibu kota propinsi di masa pendudukan Belanda, kehidupan masyarakatnya jauh lebih dinamis. Apalagi ia dilahirkan dari keluarga berkecukupan dan tinggal di wilayah perkotaan. Ayahnya seorang dokter. Hubungan dengan tradisi Bali pun relatif longgar karenanya. “Boleh dibilang Bali abangan. Perkenalanku dengan wayang justru dari RA Kosasih.” Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, Profil Pria | Tagged aktivis, Award of Mapping Asia di CIGE 2009, Bali, cinta...., Gede Mahendra Yasa, kelompok Taxu, kontemporer, Profil Pria, seni rupa, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, seniman kontemporer, success story | 10 Comments »
September 3, 2009 by rustika herlambang
3 Pria Pilihan

sandiaga uno
Kualitas seorang pria sebaiknya dilihat dari apa yang dia berikan dan bukan apa yang ia mampu berikan. Pernyataan Albert Einstein ini seolah memberikan jawaban mengapa kami memilih 5 pria terbaik pilihan dewi. Mereka adalah para pria yang sukses di jalurnya, berbahagia, mencintai profesinya sebanding dengan kehidupannya. Kami percaya, pria yang baik adalah sahabat dalam kehidupan. Continue Reading »
Posted in Pengusaha/pebisnis, Profil Pria | Tagged cinta...., pengusaha terkaya, pria pilihan, Profil Pria, Sandiaga Uno, Saratoga | 1 Comment »
September 3, 2009 by rustika herlambang
fauzi ichsan
Meraih Makna Cinta
Takdir telah membawanya menjadi VP Senior Head of Government Relations and Economist Standart Chartered Bank pada usianya yang relatif muda. Jika tidak, seperti yang dikatakannya, mungkin ia akan menjadi seniman, seperti yang pernah dicita-citakan. Maka ketika dewasa, putra tunggal Poppy Darsono dan Firman Ichsan ini merasa bahwa perpisahan keduanya pada usia yang masih belia – yang membuat ia dengan suka cita dikirim ke sekolah asrama di Inggris dari usia 12 tahun- telah membentangkan jalan hidupnya kini. “Walaupun dulu rasanya sedih sekali, tapi kini saya merasa bahwa selalu alasan di balik sebuah peristiwa.” Continue Reading »
Posted in cinta...., mewangikan nama indonesia, Profil Pria | Tagged cinta...., ekonom, fauzi ichsan, firman ichsan, Poppy Dharsono, pria pilihan, Profil Pria, standart chartered bank | 5 Comments »
September 3, 2009 by rustika herlambang
Kado Cinta untuk Bapak

yenny wahid
Kali ini, biarkan dia bercerita tentang diri dan kesehariannya di luar sorot kamera
“Ah.. Kau pasti hanya tahu hidupku bergelimang nikmat. Padahal jauh dari itu, hidupku adalah sebuah perjuangan panjang yang teramat berat.” Perempuan berambut sebahu itu lalu tertawa. Wajahnya tampak senang, meski ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa getir. Tapi itulah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, sosok perempuan berdaya yang selalu disapa dengan nama Yenny Wahid. Siang itu, ia mengenakan terusan putih tanpa lengan yang dipadu dengan kardigan warna hitam, senada dengan boot panjangnya. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan bando mutiara berpita hitam. Tahi lalat di atas hidung yang menjadi ciri khasnya kini sudah dihilangkan. Wajahnya bersih dan berseri-seri. “Kaget ya.. inilah penampilan sehari-hariku,”ujarnya memberi senyuman. Continue Reading »
Posted in cinta...., mewangikan nama indonesia, politisi, profil wanita | Tagged aktivis, cinta...., Gus Dur, Harvard University, John F. Kennedy School of Government, macan, Massachusetts, Michigan, nahdlatul ulama (NU), profil wanita, success story, Wahid Institute, yenny wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid | 1 Comment »
October 4, 2009 by rustika herlambang
Sempurna dalam Ketidaksempurnaan

singgih kartono susilo saat wawancara berlangsung
Totalitas, keras kepala, konsisten, dan penuh daya hidup dalam menjalani pilihan adalah sebagian dari rahasia kesuksesannya
Di sebuah desa yang sunyi, jauh dari keramaian kota metropolitan, salah satu produk termewah 2008 versi majalah Time diproduksi. Produk bernama Radio Kayu Magno yang kini menjadi kegemaran baru di pasar Amerika, Jepang, dan Eropa itu justru dibincangkan karena kesederhanaan yang ditawarkan.
Singgih Susilo Kartono adalah nama di balik seluruh kerja besar ini. Ia adalah desainer produk yang memusatkan segala aktivitas bisnisnya dari desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Terbuai dalam alam pedesaan masa kecil, tinggal di atas tanah orang tua yang sejak dulu diimpikan, ia mengajak masyarakat setempat untuk bekerja di workshop sederhana yang berpemandangan alam pedesaan, pesawahan, pepohonan bambu, bermusik desau angin, dan suara anak-anak bermain sepakbola kertas.
Tahun lalu, ia menduduki posisi 6 dari 276 nominator People Design Award, Cooper-Hewitt National Design Museum New York, Amerika Serikat. Prestasi ini berlanjut di Jepang ketika membawa penghargaan Good Design Award – Japan 2008, sementara ia baru saja meraih Grand Award “Design for Asia Award” 2008 by Hong Kong Design Center. Tahun 2009, ia “menaklukkan” Eropa dengan membawa pulang penghargaan Design Plus Award – Ambiente Frankfurt Germany 2009, serta Brit Insurance Design of the Year 2009, Design Museum, London. Prestasi luar biasa ini ternyata tetap disikapi rendah hati oleh Singgih – seperti yang dirasakan dewi ketika mengunjungi workshopnya beberapa waktu lalu. Continue Reading »
Posted in kisah pilu manusia, mewangikan nama indonesia, Pengusaha/pebisnis, Profil Pria | Tagged Brit Insurance Design of the Year 2009, cinta...., design award, pengusaha, Profil Pria, Radio Magno, singgih susilo kartono, success story | 4 Comments »
October 4, 2009 by rustika herlambang
Sempurna dalam Ketidaksempurnaan

singgih susilo kartono
Totalitas, keras kepala, konsisten, dan penuh daya hidup dalam menjalani pilihan adalah sebagian dari rahasia kesuksesannya
Di sebuah desa yang sunyi, jauh dari gemerlap kota metropolitan, salah satu produk termewah 2008 versi majalah Time diproduksi. Produk bernama Radio Kayu Magno yang kini menjadi kegemaran baru di pasar Amerika, Jepang, dan Eropa itu justru dibincangkan karena kesederhanaan yang ditawarkan. Di balik semua keberhasilan ini, tersebut nama Singgih Susilo Kartono yang memusatkan seluruh aktivitas bisnisnya di desa Kandangan, kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Dari tempat ini pula ia meraih prestasi desain tingkat internasional. Tahun lalu, ia menduduki posisi 6 dari 276 nominator People Design Award, Cooper-Hewitt National Design Museum New York, Amerika Serikat. Di Asia, ia membawa pulang penghargaan Good Design Award – Japan 2008 dan Grand Award “Design for Asia Award” 2008 dari Hong Kong Design Center. Sementara tahun ini, ia “menaklukkan” Eropa melalui Design Plus Award – Ambiente Frankfurt Germany 2009, serta Brit Insurance Design of the Year 2009, Design Museum, London. Prestasi luar biasa ini ternyata tetap disikapi rendah hati oleh Singgih seperti dirasakan dewi ketika mengunjungi workshopnya beberapa waktu lalu. Continue Reading »
Posted in cinta...., mewangikan nama indonesia, Pengusaha/pebisnis, Profil Pria | Tagged Brit Insurance Design of the Year 2009, cinta...., design award, pengusaha, Profil Pria, Radio Magno, singgih susilo kartono, success story | 1 Comment »
October 30, 2009 by rustika herlambang
Melebur dalam Peran

Kini ia percaya benar bahwa perjalanan hidupnya dipenuhi dengan “invisible hand”
Seandainya saja perilaku seseorang bisa dicerminkan melalui bahasa, barangkali Anas Urbaningrum akan dengan sangat mudah diinterpretasikan. Dia adalah orang yang berbahasa dengan sangat rapi, terstruktur, dan berisi. Setiap kalimat yang diucapkan, lengkap dengan tanda-tanda bacanya, ia katakan dengan sangat baik dalam bahasa lisan – sesuatu yang spontan begitu saja hadir dan mengalir. Tak ada bahasa puitis yang memeluntir sehingga memerlukan energi ekstra, karena setiap kata yang terucap sudah langsung menuju pada maknanya.
Kerapihannya dalam menyusun kalimat dan senantiasa meluncurkan kalimat yang sejuk-kendati untuk mengkritik lawan telah mencuri perhatian banyak pihak belakangan ini. Ia juga disebut-sebut sebagai seseorang di balik kesuksesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di mana ia duduk sebagai salah satu tim suksesnya. Dalam berpolitik, ia selalu terlihat santun, tidak pernah menyakiti pihak lain, pilihan menjawab “serangan” pun dilakukan secara taktis dan diplomatis. Hal positif inilah yang membuat ia menjadi salah satu politisi muda yang paling menonjol di Indonesia. Continue Reading »
Posted in politisi, Profil Pria | Tagged aktivis, anas urbaningrum, Dewan Perwakilan Rakyat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), nahdlatul ulama (NU), Partai Demokrat, politik, politisi, success story, Susilo Bambang Yudhoyono | 3 Comments »
October 30, 2009 by rustika herlambang
Aji Rasa

Percaya diri membuat perempuan tampak seksi! Percaya diri berarti berwawasan, berpengetahuan, berbahagia, dan menjaga kecantikan yang diberikan Tuhan.
Membuka halaman demi halaman kehidupan Jais Darga, kita seperti dibawa dalam sebuah petualangan yang seru juga menegangkan. “Bila aku sekarang meraih semua mimpi, setidaknya kamu mengerti bahwa jalan ini tidak pendek. Penuh liku. Ada luka. Tapi aku selalu memandang kehidupan dengan sisi optimis dan kerja yang sangat keras. Hanya kita sendiri yang mengerti makna bahagia, dan kitalah yang harus mewujudkannya,” katanya ketika ia akhirnya menyelesaikan wawancaranya dengan dewi. Jais, art dealer perempuan pertama di Indonesia, kini sudah berhasil “menaklukkan” kubu-kubu seni di Paris dan New York.
Sebuah meja dengan dua tempat duduk. Rokok. Segelas black coffee dan minuman capriosca adalah teman bercerita yang menyenangkan bersamanya. Suasana cozy dan nyaman di Grand Café, Grand Hyatt Jakarta kian mengalirkan hawa akrab malam itu. Sesekali ia menyapa beberapa orang yang dikenalnya. Namun memang tak mudah untuk masuk dalam relung hati terdalamnya, terutama bila menyangkut kisah lara yang akhirnya berpengaruh dalam jalan hidupnya. Ia lebih suka bicara tentang hal-hal yang menggembirakan, termasuk keperkasaan saat menaklukkan tantangan. “Hidup sudah sulit jangan lagi dipersulit. Buatlah ringan seperti makan kerupuk,”katanya. Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged art, art dealer, Bali, cinta...., Jais Darga, kontemporer, pengusaha, profil wanita, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, success story | 7 Comments »
November 22, 2009 by rustika herlambang
Mencari Tempat Menepi dan Untuk Selalu Kembali

Hidup itu rumit, tapi seni menyederhanakan. Pikirannya rumit, rumah bergaya sedehana mengimbanginya.
Sebuah rumah di tepi hamparan sawah, berpemandangan alam indah, menyepi, dan jauh dari keramaian tetangga sekitar. Itulah lokasi studio yang baru saja selesai dibangun Galam Zulkifli. “Kita bertemu di studio saja ya, karena studio itulah yang mewakili karakterku,” kata-katanya masih terngiang saat dewi menginjakkan kaki di desa Kasihan, Bantul, Yogyakarta beberapa saat lalu. Ia baru saja menerima kabar gembira. Pameran terakhir yang menampilkan pop art dengan kreasi ilusi di Avanthai Gallery, Swiss, Agustus lalu, terjual habis. Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, seniman | Tagged art, edisi rumah seniman, Galam Zulkifli, seniman kontemporer, studio, yogyakarta | 1 Comment »
November 22, 2009 by rustika herlambang
Swargaloka Nasirun

Ia merasa bahwa rumah ibarat “mal” untuk dirinya. Segala hal yang diinginkan dan dicintainya ada di dalamnya. Sementara ia merasa tak butuh ponsel untuk berkomunikasi secara intensif. Toh rumahnya sudah terbuka untuk semua orang yang datang padanya. Justru “langgar” yang sangat penting untuknya. Ibarat sebuah ponsel yang menghubungkan dirinya dengan Tuhannya.
Nasirun, ah Nasirun… Tak ada yang bisa mengubah penampilan kesehariannya kecuali dirinya sendiri.Bahkan waktu puluhan tahun menimang gelimang kesuksesan material yang diperoleh dari karya-karya lukisannya, tak juga mempengaruhi gaya kesenimanannya. Pemenang Philip Morris Award 1997 lebih nyaman dengan penampilan khasnya: kaus T, celana pendek belel, dan sandal jepit. Janggutnya dipelintir rambut tebal bergelombangnya dibiarkan terurai, atau sesekali dikuncir. Suara tawanya masih tetap menggelegar. Ia juga tak pernah menginjakkan kakinya di mal dan bersikeras tak mau memiliki ponsel. Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, seniman | Tagged art, edisi rumah seniman, kontemporer, Nasirun, seniman kontemporer, yogyakarta | 6 Comments »
November 22, 2009 by rustika herlambang
Seni Rumah Seniman

Kali ini, ijinkan saya berkelana menuju rumah-rumah seniman di Yogyakarta. Bila selama ini saya banyak berhubungan dengan sosok pemiliknya, maka kini saya mengupas “rumah” di mana mereka tinggal dan berkarya selama ini. Namun jangan pernah dibayangkan bahwa saya akan bicara mengenai arsitektural, sebagaimana ulasan rumah-rumah yang ada. Apa yang saya sampaikan adalah mengenai rumah dari sisi “dalam”, yakni tentang sisi kehidupan penghuninya terhadap rumah sebagai sesuatu yang hidup (living concept), yang nyata, yang terasakan, yang memberi inspirasi.
Berbeda dengan konsep penghuni biasa –yang rata-rata hanya menghabiskan beberapa lama di rumah karena kesibukan di luar rumah – konsep rumah bagi seniman adalah sesuatu yang istimewa. Mereka hidup, berkarya, berkeluarga, dan bersosialiasi di tempat yang sama. Itulah hal yang menurut saya sangat unik dan menarik untuk dikaji lebih dalam.
Empat seniman yang kita angkat dalam angle ini memiliki popularitas di papan atas, memiliki genre yang berbeda satu sama lain, dan ternyata memiliki konsep yang berbeda satu sama lain. Mereka adalah Nasirun, Entang Wiharso, Jumaldi Aldi, dan Galam Zulkifli.
Silakan menikmati..
(rustika herlambang)
terima kasih untuk Heri Pemad dan Rikki Zoel
Posted in art, mewangikan nama indonesia, seniman | Tagged edisi rumah seniman, Entang Wiharso, Galam Zulkifli, Jumaldi Alfi, Nasirun, Seni Rupa Kontemporer Indonesia | 1 Comment »
December 4, 2009 by rustika herlambang
Un-edited!

Kali ini, ia bicara tentang perjalanan panjang hidupnya yang tak pernah tersentuh oleh sorot kamera
Ah.. Kau pasti hanya tahu hidupku bergelimang nikmat. Padahal jauh dari itu, hidupku adalah sebuah perjuangan panjang yang teramat berat.
Perempuan berambut sebahu itu lalu tertawa. Wajahnya tampak senang, meski ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa getir. Tapi itulah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, sosok perempuan berdaya yang selalu disapa dengan nama Yenny Wahid. Sepanjang wawancara, ia begitu riang, hangat, ramah dan menyenangkan kendati beberapa waktu lalu ia dikeluarkan dari partai yang dibuatnya. Continue Reading »
Posted in profil wanita | Tagged abdurrahman wahid, aktivis, cinta...., Gus Dur, mini biografi, nahdlatul ulama (NU), politik, profil wanita, success story, Wahid Institute, yenny wahid | 2 Comments »
December 4, 2009 by rustika herlambang
Memberi Ruang pada Jiwa

Musik adalah bagian dari spiritualitas yang sangat dipercaya olehnya.
Gerimis hanya datang kala I Dewa Gede Budjana memainkan lagu Ruang Dialisis. Seperti sebuah anugerah alam yang mengiringi lagu yang dipersembahkan untuk almarhum ayahanda tercinta, IDN Astawa. Suasana Candi Gedong Songo, tempat pengambilan gambar untuk acara ulang tahun stasiun televisi swasta tersebut, berubah dramatis. Budjana terhanyut dalam guyur rintik hujan yang menyatu dengan petikan dawai gitar. Rekaman suara sang nenek (yang tak bisa datang karena sakit) terasa mencekam. Keduanya melebur dalam simponi duka. Mungkin juga, lara.
Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, Profil Pria, seniman | Tagged Bali, dewa budjana, GIGI, gitar, gitaris, I Dewa Gede Budjana, indonesia, Musik, Ruang Dialisis, spiritualitas | 2 Comments »
December 14, 2009 by rustika herlambang

“Haaa… dari Majalah Dewi??”
Perempuan itu menengok ke arah kawan lelakinya sambil mengerutkan dahi. Peristiwa ini terjadi ketika Nominasi Anugerah Adiwarta 2009 kategori Liputan Kemanusiaan Seni dan Kebudayaan diumumkan di layar. Saya percaya bahwa perempuan itu tidak bermaksud untuk melecehkan. Mungkin sedikit heran. Bagaimana mungkin artikel seni budaya di sebuah majalah gaya hidup itu masuk dalam nominasi penghargaan jurnalistik yang serius seperti ini. Tapi itu hanya perkiraan saya saja. Hanya perempuan itu yang mengerti apa maksud ungkapan di atas yang diucapkan dengan setengah berteriak itu.
Apapun yang terjadi, saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan apresiasi terhadap karya saya kepada Sampoerna Foundation. Meski tidak menjadi pemenang utama, saya sudah sangat bersyukur atas segala apresiasi ini. Semoga saya bisa berkreasi lebih baik lagi.
“Kemenangan” ini terutama saya tujukan untuk anak perempuan saya, Laksmi Lilu Herlambang, yang senantiasa menjadi editor pertama seluruh tulisan saya. Dialah yang selalu mengkritik, khususnya untuk paragraf awal tulisan yang dikatakan harus menggigit dan membuat orang tertarik untuk membacanya. “Kemenangan” ini juga saya tujukan kepada Anda, para pembaca blog saya. Anda-lah yang membuat saya harus membuat karya lebih baik dan lebih baik lagi. Terima kasih untuk seluruh dukungan Anda selama ini. Semoga di masa yang akan datang, hubungan kita akan lebih erat lagi.
Salam,

Foto: dok. www.anugerahadiwarta.org
Posted in pos pilihan | Tagged anugerah adiwarta sampoerna, kategori seni dan budaya, liputan kemanusiaan, nominasi, rustika herlambang | Leave a Comment »
January 8, 2010 by rustika herlambang
Bukan Sekadar Kulit Luar

Semakin ditekan, semakin sulit, semakin tertantang ia untuk menaklukkan
Indahnya purnama memantul di atas air kolam renang. Udara dingin malam itu. Anthony Handoko harus menyelesaikan wawancara. Antrian pasien di klinik sudah mengular. Tapi ia seakan enggan beranjak. Kalimat terakhir yang baru diucapkan seolah menyadarkannya. Apa yang dimilikinya bukanlah sebuah mimpi. Kini, ia adalah salah satu dokter dermatologi dan ahli bedah kosmetik populer di Indonesia. Ia juga pemilik klinik kecantikan “erhaclinic” yang belakangan ini menjadi bahan perbincangan dunia kecantikan Indonesia. ”Saya merasa, pada akhirnya kerja keras dan jatuh bangun saya di waktu lalu, akhirnya terbayarkan.” Continue Reading »
Posted in art, Pengusaha/pebisnis, Profil Pria | Tagged Anthony Handoko, cormetic surgeon, dokter kulit, ehaclinic, pengusaha muda, Profil Pria, success story, tatoo | 2 Comments »
February 2, 2010 by rustika herlambang
Berdansa di Keheningan

Indahnya hidup ini bisa terasakan ketika seorang individu rela melepaskan semua ketidakjujuran agar bisa menjadi dirinya sendiri
Beberapa perempuan mendekati Reza Gunawan seperti laron yang terpikat lampu. Mata mereka berbinar-binar ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan tentang berbagai persoalan. Dengan sabar, telaten, dan sepenuh hati pria 34 tahun itu meladeninya. Senyuman tak pernah beranjak dari bibirnya, kendati pertanyaan seolah tak berhenti muncul. Inilah suasana yang mewarnai salah satu kegiatan Reza sebagai praktisi penyembuhan holistik yang namanya meroket belakangan ini. Selain tentu saja karena ia baru saja menjadi bapak baru untuk Atisha Prajna Tiara, anak yang dilahirkan dari rahim istrinya, Dewi Lestari alias Dee. Continue Reading »
Posted in Profil Pria | Tagged Dewi Lestari, healer, reza gunawan, self healing, terapi holistik | 2 Comments »
February 2, 2010 by rustika herlambang

Berlayar dalam Gelombang
“Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang perempuan!”
Kisah ini berasal dari pantai Pangandaran. Bahkan mungkin juga akan berakhir di Pangandaran. Seorang anak kecil suka berdiri di sana. Matanya memandang lepas ke lautan. Membayangkan dirinya menjadi seorang ahli kelautan suatu saat. Memiliki kapal selam agar bisa menyelidiki sendiri rahasia di kedalaman. Kini perempuan itu sudah dewasa. Ia tumbuh dalam terpaan angin dan udara lautan. Itu yang membuatnya terlihat lebih matang dan perkasa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari penampilannya. Masih tetap dengan rambut ikal yang kadang membuatnya terlihat sensual. Masih suka memandang lautan. Tapi ia bukanlah ahli kelautan seperti cita-citanya. Ia lah penguasa hasil laut dengan teknologi termodern di Indonesia yang kini beranjak ingin menguasai udara. Perempuan yang sudah berdaya itu bernama Susi Pudjiastuti. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged ASI Pudjiastuti Aviation, ASI Pusjiastuti Marine Product, cinta...., Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pangandaran, pengepul ikan, pengusaha, pesawat carteran, profil wanita, success story, susi air, susi pudjiastuti | 20 Comments »
February 25, 2010 by rustika herlambang

Membaca Teks yang Tersamar
Untuk mengenal ia secara dekat, lihatlah karya-karyanya, lalu terjemahkan kode-kode yang disiratkan.
Putu Sutawijaya benar-benar sedang mencari “sayap” ketika karya Looking for Wings (2002) tercipta. Namun “sayap” baru ditemukan lima tahun kemudian, tatkala sebuah ketukan palu menandai terjualnya karya tersebut di balai lelang Sotheby’s dengan harga fantastis. Para pengamat seni rupa mengatakan bahwa peristiwa yang sering disebut sebagai Insiden Mei 2007 ini telah menjadi pemicu ledakan seni rupa kontemporer Indonesia di Asia Tenggara. Indonesia pada akhirnya diperhitungkan sebagai surga baru perburuan seni kontemporer, bersaing dengan Cina dan India. Continue Reading »
Posted in art, Profil Pria | Tagged cinta...., kontemporer, Profil Pria, Putu Sutawijaya, seniman kontemporer, success story, yogyakarta | 5 Comments »
Bintang pun Menari di atas Pelangi

Hati adalah mata air inspirasi yang terus meletupkan bara kreativitas pada dirinya
2010
Sejarah mode Indonesia mencatat kehadiran Ghea Panggabean tiga puluh tahun lalu. Kala masyarakat Indonesia tertarik pada hembusan angin Barat, perempuan indo yang baru saja menyelesaikan sekolah mode di London ini malah mengulik inspirasi dari tradisi Indonesia – sesuatu yang justru dianggap jadul dan tak menarik. Namun siapa sangka, gaya “bule”-nya itu justru mampu memberikan ruh pada kain tradisi yang hampir mati, menjadi karya-karya yang cantik, dinamis, sekaligus klasik.
Hingga kini, namanya terus berkibar secara konsisten dengan gaya etnik. Sekiranya ada hal yang berbeda saat ini, barangkali hanyalah gaya desain yang kian matang, sebagaimana diri dan kehidupannya.
***
Rotterdam 1955
“Dia gadis kecil yang menyenangkan,” Sutadi Sukarya mengenangkan masa-masa bahagia ketika berada di Rotterdam, sebuah kota ketika anak sulung yang dibanggakan itu lahir, dan diberi nama Siti Giskaeni. Menurut tradisi Belanda, putri pertama dinamakan sama dengan nama depan neneknya. Seharusnya, ia pun diperlakukan sama, dipanggil dengan nama Gea. Namun karena sang ibu memiliki 14 saudara, bisa dibayangkan betapa banyaknya nama tersebut. Maka menyisiplah huruf h di tengah-tengah nama Gea. “Supaya bisa membedakan dengan nama anak lainnya,” limapuluh lima tahun kemudian, Sutadi mengisahkan awal perjalanan kehidupan Ghea. Di ruang kerja milik sang anak, nada kebanggaan tersirat dalam kata-katanya. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita, seniman | Tagged fashion, ghea panggabean, indonesia, jumputan, palembang, pengusaha, profil wanita, success story | 5 Comments »
Menantang Angan

Dunianya berkelana dari satu tempat ke tempat lain, tapi tidak untuk cintanya
Selalu berpakaian rapi, memberikan senyuman, dan menaburkan aroma wewangian di sekelilingnya. Setidaknya suasana itulah yang terasakan kala menemui Direktur Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dalam tiga pertemuan yang berbeda-beda. Apakah itu pada sebuah perjumpaan di pagi hari di sebuah restoran di Hotel Mulia, ruang press conference di Singapore Air Show 2010, ataukah di meja kerjanya di kantornya yang terletak di Cengkareng. Meski, arloji belum menunjukkan genap angka 8 pagi, Emir sudah berada di posisinya. Hanya empat puluh lima menit waktu yang diberikan untuk melangsungkan wawancara. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, pejabat, Profil Pria | Tagged Direktur Umum, Emirsyah Satar, fashion, Garuda Indonesia, Profil Pria, success story | 2 Comments »
Tersihir Layar dan Lautan

Ia menyadari bahwa laut tidak selamanya tenang. Namun pengalaman sejak kecil telah membiasakannya dari guncangan yang biasa terjadi di atas kapal.
Seraut sosok feminin muncul di ruang meeting PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Sikapnya begitu hangat dan terbuka. Wajahnya menampakkan senyuman cerah. Segala hal tentang dunia pelayaran – yang selama ini dimitoskan sebagai dunia kaum lelaki tangguh dan berdaya menaklukkan lautan – seolah dipatahkan begitu saja ketika perempuan bernama Jussabella Sahea memperkenalkan dirinya. Ia lah Direktur Utama PT Pelni – perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia – dan membawahi 5000 karyawan. Continue Reading »
Posted in profil wanita | Tagged cinta...., Direktur Umum, Jussabella Sahea, kapal, lautan, Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni), profil wanita, success story | 4 Comments »
Aliran Arus Besar

Segala kreativitas itu tercipta karena jiwa muda yang terus menggelegak dalam dirinya
Bisa dikatakan, “dunia” Eddie Hara sesungguhnya ada di dalam kanvas-kanvasnya. Atau dalam satu kalimat: Welcome to My Cruel Colorful World – untuk menunjukkan lukisan yang dibuat tahun 2005. Lukisan yang ditandai dengan judul cukup menyentak secara tekstual itu divisualkan dalam warna-warna yang cemerlang. Kata “cruel” diletakkan lebih kecil dan terpisah, bahkan hampir tersembunyi, dibandingkan “colorful world” yang sepertinya sengaja dibesar-besarkan. Ikon Mini Mouse khas Eddie membawa belati dengan seringai tawa itu berpadu dengan dua ikon lain dalam posisi terbaik-balik.
Pada akhirnya karya itu bukanlah sebuah cerita tentang kekejaman – meski diinspirasikan oleh kritik sosial mengenai kekerasan yang bisa dilakukan oleh anak atau remaja- melainkan sesuatu yang lucu, atau bahkan memaksa kita untuk tertawa. Menertawakan diri sendiri. Self irony. Berbagai persoalan seperti itulah yang selalu mengganggu “kehidupan” Eddie Hara, menjadikan karya-karyanya tak henti digemari pasar. Continue Reading »
Posted in seniman, mewangikan nama indonesia, art | Tagged Seni Rupa Kontemporer Indonesia, success story, cinta...., kontemporer, Profil Pria, art, seniman kontemporer, eddie hara, self irony, street art, graffiti, comic, basel | Leave a Comment »
Kompetisi dalam Harmoni
Mereka tidak hanya sama visi dalam membangun bisnis, tapi juga kesenangan.
Suasana terasa dingin dan mencekam. Wajah-wajah tegang hilir mudik memasuki ruangan, ingin memastikan bahwa segala sesuatunya sudah berada pada tempatnya. Di sebuah ruang karaoke, private room, restoran Immigrant, dewi menanti pertemuan ini. Sendirian, membuat ruangan terasa semakin dingin dan menegangkan. Salah satu staff Public Relation Plaza Indonesia, Titie Ndari, berkali-kali mohon maaf. Katanya, sungguh tidak mudah meminta ketiga pria ini hadir di sini. “Pak Chano, bahkan sudah 20 tahun tak pernah mau diwawancara,” tegasnya, menyebut nama Rosano Barack, salah satu petinggi Plaza Indonesia yang dijadwalkan wawancara petang itu.
Itulah kisah pembuka pertemuan dengan tiga petinggi PT Plaza Indonesia Royalty, dalam rangka menyambut 20 tahun pusat perbelanjaan bergengsi tersebut beberapa waktu lalu. Ketiga pria tersebut adalah Franky Oesman Widjaja (Presiden Komisaris), Rosano Barack (Presiden Direktur), dan Boyke Gozali (Wakil Presiden Direktur). Ketika akhirnya Chano memasuki ruangan dan menyapa hangat, suasana sedikit mencair. Franky dan Boyke menyusul dua menit kemudian. Continue Reading »
Posted in Pengusaha/pebisnis | Tagged Boyke Gozali, Franky Oesman Widjaja, pengusaha, Plaza Indonesia Royalty, Profil Pria, Rosana Barack, success story | Leave a Comment »
Hidup Ini Indah, Fauzi…
Ia merasa bahwa keberhasilan yang diraihnya terjadi karena ketulusan cinta yang mengelilinginya
Waktu rasanya membeku saat Fauzi Ichsan bercerita tentang dirinya. Bar dan lounge Bibliotheque yang penuh di Jumat sore itu terasa senyap, terbawa kisah. Andai boleh mengutip memoar Sidney Sheldon dalam The Other Side of Me, maka alur kehidupan yang dialami Fauzi tak jauh dari pesan kehidupan tersebut. Hidupnya ibarat novel. Sesekali penuh ketegangan. Sesekali penuh kejutan. Setiap hari selalu berbeda. Ia tak kan pernah tahu apa yang terjadi kemudian, tanpa membuka halaman-halaman berikutnya. Tanpa kekuatan dan keberanian, mungkin ia tak akan pernah sampai di sini. Mungkin.
Fauzi genap 40 tahun saat ini – sebuah usia puncak bagi seorang pria. Ia adalah Direktur, Senior Vice President Standard Chartered Bank, Indonesia. Selain bertugas sebagai pemimpin tim ekonomi di bank tersebut, ia juga menjadi konsultan pada Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementrian Luar Negeri. Di tengah kesibukan kantor, dan urusan Bank Century – di mana pendapatnya banyak dikutip media – ia menyediakan waktu. Pertemuan ini sudah berlangsung beberapa kali. Terakhir, ia memilih Bibliotheque sebagai tempat wawancara. Ia datang dengan gaya kasual, pada sebuah sore menjelang senja.
Di meja paling ujung bar dan lounge itu, ia menyimpulkan perjalanan hidupnya. “Pengalaman selama ini menyatakan bahwa hidup saya hanya mengikuti takdir. Semuanya seperti “sudah diarahkan”. Semuanya sering tak terduga. Jadi, saya menjalankan yang terbaik saja,” ujarnya, mengelak mengatakan rencana masa depannya. “Namun satu hal terpenting dalam hidup saya adalah soal kebahagiaan. Baru saat inilah saya merasakan hidup saya benar-benar normal,” ia tertawa lepas, lesung pipi kirinya langsung terlihat.
Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, Profil Pria | Tagged cinta...., ekonom, fauzi ichsan, firman ichsan, para eksil di swedia, pengusaha, Poppy Dharsono, Profil Pria, standart chartered bank, success story | 5 Comments »
September 4, 2010 by rustika herlambang
Melati untuk Ibu

Pengabdian, kepasrahan, dan totalitas berkarya adalah tiga kata kunci keberhasilannya
Runi Palar mencium kembali bunga kamboja kuning yang dipungutnya dari tempatnya berpijak. Sesuatu telah membuatnya terkenang, sehingga buliran air mata tiba-tiba mengaliri pipinya yang segar usai berdandan. Suasana serasa dalam sebuah adegan drama. Bayangan pepohonan jatuh dengan hangat di sebagian pipi dan seluruh halaman. Ia berdiri di tengah-tengah rumah tinggalnya dengan Runa House of Design dan Museum –tempat ia meletakkan karya-karyanya, di depan kolam teratai yang berbunga, di antara kebun penuh tanaman lokal yang begitu asri dan bebungaan yang ditata rapi. “Saya rindu Ibu. Kalau saya sedang senang, saya selalu mengingat Ibu,” ujarnya.
Pertemuan ini terjadi di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali. Runi baru saja kembali dari perjalanannya membawa rombongan berkeliling Jepang. Namun kali ini misinya bukan untuk mempresentasikan tren dua kali dalam setahun seperti rutinitas yang sudah dijalani selama 9 tahun terakhir. Ia mendapat kepercayaan dari pusat perbelanjaan Isetan untuk menggelar pameran Modern Bali Style 2010, di mana ia bertanggung jawab untuk membawa produk-produk terbaik Indonesia. Seperti diketahui, eksistensi Runi sebagai desainer perak ikonik Indonesia sudah diakui. Butiknya tersebar di Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Sementara di Jepang, Amerika, Singapura, dan Hongkong, Anda bisa menemukannya di ritel-ritel butik eksklusif. Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, Pengusaha/pebisnis, profil wanita, seniman | Tagged adriaan palar, Bali, fashion, kontemporer, pengusaha, perak, profil wanita, runi palar, seniman, success story | Leave a Comment »
November 8, 2010 by rustika herlambang
Nyanyi Sunyi Nasirun

Maka kini kita akan mengerti mengapa Nasirun menikmati hidup dan terus “bertapa”
Maafkan. Kali ini Nasirun tak tertawa. Ia sedang bercerita tentang masa lampaunya. Ia bahkan lebih banyak diam. Suaranya serak. Kepulan asap rokoknya lebih banyak. Nafasnya memberat. Nasirun, 45 tahun, seniman kontemporer yang juga sufi itu, tampak mempertimbangkan segala hal yang akan diungkapnya. Mungkin ini aib, ujarnya. Tapi dari peristiwa inilah segala perjalanan artistik kehidupan yang membentuk karakter dan kepribadiannya dimulai. “Mungkin saya punya selera humor. Slengekan. Tapi semua itu saya lakukan untuk menutup masa lampau saya. Saya tidak ingin merasa kecil ketika melihat orang besar, dan tidak merasa besar ketika melihat orang kecil.”
Baru kali ini melihat Nasirun tanpa tawanya yang khas, bebas, merdeka, yang tak pernah lepas dari dirinya. Perbincangan ini terjadi di siang hari – waktu yang biasanya digunakan mengaso secara teratur – di kediamannya yang asri di Yogyakarta. Semalam, ia mengadakan pameran tunggal pelukis Soenarto PR, sebagai wujud bakti pada seniornya. Sementara itu, setelah menyelesaikan pameran tunggal dan akbar Salam Bekti akhir 2009, ia menyelesaikan 1200 karya kecil (rencana dipamerkan tunggal menyambut ulang tahunnya yang ke-45 Oktober lalu, tapi gagal), serta 100 karya lain dalam satu tema. Saat ini beberapa karyanya sedang dipamerkan di Jakarta, Yogyakarta, dan Shanghai. Continue Reading »
Posted in art, Profil Pria | Tagged art, cinta...., kontemporer, mitis, mitologis, Nasirun, Profil Pria, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, seniman kontemporer, success story, sufi, yogyakarta | Leave a Comment »
November 8, 2010 by rustika herlambang
Nyanyi Sunyi Nasirun

Maka kita akan mengerti mengapa Nasirun menikmati hidup dengan nyaman di kediamannya yang seperti surga untuknya. Karena di situlah ia terus “bertapa”
Maafkan. Kali ini Nasirun tak tertawa. Ia sedang bercerita tentang masa lampaunya. Ia bahkan lebih banyak diam. Suaranya serak. Kepulan asap rokoknya lebih banyak. Nafasnya memberat. Nasirun, seniman kontemporer yang juga sufi itu, tampak mempertimbangkan segala hal yang akan diungkapnya. Mungkin ini aib, ujarnya kemudian. Tapi dari peristiwa inilah segala perjalanan artistik kehidupan yang membentuk karakter dan kepribadiannya dimulai. “Mungkin saya punya selera humor. Slengekan. Tapi semua itu saya lakukan untuk menutup masa lampau saya. Saya tidak ingin merasa kecil ketika melihat orang besar, dan tidak merasa besar ketika melihat orang kecil.”
Baru kali ini melihat Nasirun tanpa tawanya yang khas, bebas, merdeka, yang tak pernah lepas dari dirinya. Sebaliknya, ia amat serius. Dahinya berkerut. Perbincangan ini terjadi di siang hari – waktu yang biasanya digunakan mengaso secara teratur – hanya dewi dan dirinya di kediamannya yang asri di Yogyakarta. Semalam, ia mengadakan pameran tunggal pelukis senior Soenarto PR, sebagai wujud baktinya pada senior-seniornya. Sementara itu, setelah menyelesaikan pameran tunggal dan akbar Salam Bekti akhir 2009 lalu, ia telah menyelesaikan 1200 karya kecil yang rencana dipamerkan menyambut ulang tahunnya ke empat puluh lima Oktober ini, serta 100 karya lainnya dalam satu tema. Saat ini beberapa karyanya sedang dipamerkan di Jakarta, Yogyakarta, dan Shanghai. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged cinta...., kontemporer, mitis, mitologis, Nasirun, Profil Pria, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, seniman kontemporer, success story, sufi, yogyakarta | 2 Comments »
January 22, 2011 by rustika herlambang
Menjemput Impian

Ia mengolah buncah keinginan dan harapan yang terpendam dalam kesabaran
Suara jengkerik dan hewan pengerat menjadi orkestrasi malam di “ruang kerja” Atilah Soeryadjaya. Sebuah meja kayu panjang ditutup dengan kain batik motif lama ditemani vas berisi bunga sedap malam yang wanginya terus menguar sepanjang percakapan. Sejurus pandang menatap lepas ke taman tempat pohon-pohon tinggi berdekatan kolam renang. Aroma rumput basah sesekali terbawa desir angin bersamaan dengan gemericik air kolam. Suasana terasa hening, khusuk, dan meditatif. “Di sinilah, saya mencipta Matah Ati,” ia membuka pembicaraan. Matanya berbinar. Ada kebahagiaan, ada kebanggaan.
Di atas meja terletak bermacam media yang memberitakan kesuksesan pergelaran perdana Matah Ati pada Pesta Raya Malay, Festival of Art, di Theater Hall, Esplanade, Singapura, Oktober lalu. Dalam pertunjukan keliling dunia tersebut, Atilah bertindak sebagai konseptor, penulis naskah, penata kostum, sutradara, sekaligus produsernya. Banyak pengamat seni lokal dan asing memberikan apresiasi positif terhadap garapan Atilah yang dianggap memberikan angin segar dalam seni pertunjukan Indonesia. Ia mementaskan Langendriyan, yakni perpaduan seni drama dan tarian khas Kraton Mangkunegaran, Solo. Sebentar lagi, Matah Ati akan segera pentas di Kuala Lumpur, Hongkong, Beijing, dan beberapa Negara Eropa di sepanjang tahun 2011. “Yang terpenting, kesuksesan ini terjadi berkat energi seluruh tim yang menyatu dan inilah hasil karya kita bersama,” ia menegaskan. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged art, Atilah Soeryadjaya, cinta...., Esplanade Singapore, fashion, Festival of Art, Matah Ati, penari, pengusaha, profil wanita, success story | 2 Comments »
January 29, 2011 by rustika herlambang
Suara Lain

Kekuatan dalam menghadapi kehidupan dibangkitkan dari semangat yang terus membara dalam dirinya
Pertemuan ini terjadi pada situasi ketika jutaan mata menatap pada perkembangan kasus dugaan korupsi yang menimpa salah satu hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Risikonya mudah ditebak. Birokrasi menjadi lebih berbelit sehingga memerlukan ekstra waktu dan kesabaran, untuk bisa bertemu salah satu hakim agung, satu-satunya perempuan, Prof. Dr. Maria Farida Indrati S.H, M. H. Namun untunglah, situasi ini berubah seratus persen ketika bertemu Maria di ruang kantornya yang dingin dan sunyi di lantai 13 gedung MK Jumat siang itu. Ia menyapa hangat dan bersahaja. Busana biru tua dengan perhiasan mutiara.
“Saya baik-baik saja di sini, meski banyak sorotan ditujukan pada tempat saya bekerja,” ujarnya membuka pembicaraan. Nada suaranya menenangkan. Meski kemudian muncul pengakuannya. “Memang ada perasaan limbung pada hari-hari pertama, aduh saya mau kerja apa, karena semua ribut, ada Tim Investigasi. Padahal kalau ketemu kami sering bercanda,” ungkap Maria yang baru dua tahun terakhir menjadi Hakim Konstitusi. Tapi sekarang, tuturnya, tiada lagi beban itu. “Biasa, masing-masing media punya versinya sendiri.” Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged Ahli Perundang-undangan, Hakim Agung, Mahkamah Konstitusi, Maria Farida Indrati, UU Penodaan Agama, UU Pornografi | 1 Comment »
March 21, 2011 by rustika herlambang
Mercusuar Keberanian
Yenti Garnasih

Saya tidak bicara uang, tapi kehormatan. Bukan soal kekayaan, tetapi keadilan
Perempuan yang berjuang dalam dunia pidana kejahatan pencucian uang itu bernama Dr. Yenti Garnasih SH,MH. Ia adalah doktor pidana pencucian uang (PU) pertama di Indonesia yang belakangan ini menjadi primadona, khususnya ketika berbagai kasus korupsi besar-besaran terasa menguap begitu saja. Salah satu perjuangan yang berhasil mendapat pengakuan adalah ketika ia memaksa majelis hakim untuk menerapkan pembuktian terbalik kepada bekas pejabat pajak Bahasyim Assifie. Bahasyim harus bisa membuktikan bahwa dugaan PU sebesar Rp.932 Miliar adalah tidak benar.
Selama ini pembuktian terbalik banyak dihindari oleh para penegak hukum dengan berbagai alasan. Padahal ia yakin, hal tersebut sangat bisa dilakukan. Untuk itu, dengan bekal pengetahuan dan keahliannya dalam PU, ia pun berhadapan dan berusaha meyakinkan dewan majelis hakim, jaksa, dan 7 anggota tim dari OC Kaligis- yang kebetulan semua berjenis kelamin pria. “Yang penting bagi saya adalah bisa mewakili keadilan masyarakat. Kegalauan masyarakat. Ketika dakwaan tidak bisa meyakinkan hakim, sementara dengan kasat mata masyarakat tahu,”ucapnya. Ia prihatin dengan pandangan internasional tentang praktek sistem peradilan di Indonesia, yang bahkan pernah terburuk nomor 2 di dunia. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, profil wanita | Tagged bahasyim assifie, dosen, korupsi, Money Laundering, pembuktian terbalik, pencucian uang, sistem peradilan, trisakti, Yenti Garnasih | Leave a Comment »
March 27, 2011 by rustika herlambang
Yang Berdiam di Dalam Kanvas Julius Ariadhitya Pramuhendra

Pada setiap karya, ia selipkan sebuah cerita untuk seseorang yang tak pernah ada dalam kanvasnya
Julius Ariadhitya Pramuhendra adalah sebuah nama yang menjadi bahan perbincangan sepanjang 2010 dalam dunia senirupa Indonesia. Karya instalasi Ashes to Ashes yang digelar dalam Hong Kong Art Fair 2010 banyak mencuri perhatian. Di tengah pergulatan warna dan tema berbagai kreasi seni yang tampil dari berbagai galeri besar dunia, ia muncul dengan warna monokromatik hitam putih. Instalasi itu terdiri dari sebuah drawing foto realis, sebuah meja dan jam dinding terbakar. Dalam drawing, tampak sang seniman beserta keluarganya menikmati perjamuan makan yang mengingatkan pada lukisan Leonardo da Vinci, Last Supper.
Kekuatan karya dan kemampuan teknis yang dibawanya pada saat itu sempat membuat namanya disebut-sebut sebagai calon terkuat penerima penghargaan seniman pendatang baru terbaik. Sayangnya, kesempatan itu belum tiba. Meski demikian, beberapa galeri internasional melirik potensi pria yang baru genap berusia 27 tahun pada 13 Agustus itu. Paling tidak, sebuah pameran tunggal telah disiapkan di Taipei pertengahan tahun ini. Ia juga menyiapkan satu pameran tunggal istimewa yg masih dirahasiakannya. Setelah itu, sebuah pameran tunggal istimewa yang masih dirahasiakan di Indonesia sudah menanti. “Tunggu tanggal mainnya, akan banyak kejutan!,” Hendra, sapaan akrab Pramuhendra, mencoba berahasia. Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, Profil Pria, seniman | Tagged art, Art Fair 2010, Bandung, charcoal, drawing, Hong Kong, Honorable Mention Drawing Award, Julius Ariadhitya Pramuhendra, kontemporer, Last Supper, Profil Pria, realis, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, seniman kontemporer, success story | 1 Comment »
Pesan dari Sehelai Kain
Okke Hatta Rajasa

Seperti perajin yang menenun dengan segenap hati dan rasa, maka seperti itulah ia memberikan jiwa pada sesuatu yang dicinta
Perkembangan tenun Indonesia yang semakin gemerlap dalam dunia fashion tahun belakangan ini rasanya agak sulit dipisahkan dari sebuah nama: Cita Tenun Indonesia (CTI). Organisasi para pecinta tenun untuk melestarikan dan sekaligus memasarkan tenun Indonesia ini telah membuat produk tenun menjadi the new lifestyle. Kegemilangannya bahkan sudah melebar hingga ke manca negara. Dan di balik segala keberhasilan, ada jerih payah Okke Hatta Rajasa, Ketua CTI, untuk mewujudkan mimpi: tenun go internasional.
Begitulah. Okke dan CTI tidak hanya memikirkan tenun menjadi lebih berkilau, namun juga menyentuh persoalan yang lebih esensial: berbagi pengetahuan dan wawasan, sekaligus pemberdayaan perempuan dan masyarakat perajin. Memecahkan kebuntuan pada tenun yang awalnya hanya dipakai dalam acara adat dan formal. Sebagaimana diketahui, sebelum CTI lahir pada tahun 2008, tenun berada dalam kondisi suram diakibatkan oleh berbagai keterbatasan. CTI mempertemukan dan menjembatani antara pengguna dengan perajinnya, antara produksi dan pasar. Hasilnya Anda bisa lihat tenun menjadi demikian seksi, seperti dalam pergelaran CTI di Jakarta Fashion Week lalu. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged cinta...., cita tenun indonesia, fashion, hatta rajasa, kain tradisi, okke hatta rajasa, oktiniwati ulfadariah, profil wanita, success story, tenun | Leave a Comment »
Perempuan dalam Tari
Retno Maruti

Apakah pencarian identitas diri perempuan dalam karya-karya yang diciptakan adalah bagian dari luapan kegelisahan dirinya sendiri?
Di teras itu, Retno Maruti menari. Angin berdesir, menyentuh dedaunan pohon tinggi yang rindang, menggesekkan irama alam, membuat sepotong gerakan tarian itu menyatu dengan alam sekitarnya. Ia terus menari, seolah kilatan kamera yang mengambil gambarnya adalah bagian dari pementasannya. Siang terik terasa sejuk tepat di teras rumah kediaman Maruti di Jakarta Timur. “Maruti itu artinya angin,” kata Maruti, di sela-sela kesibukannya mempersiapkan pementasan bertajuk Sawitri di Gedung Kesenian Jakarta, akhir Mei.
Pementasan Sawitri merupakan syukuran 35 tahun berdirinya Padnecwara, padepokan tari yang dipimpinnya. Berkisah tentang kesetiaan dan perjuangan seorang perempuan untuk mendapatkan cinta sejatinya – sebuah perjuangan yang mengingatkan pada diri Maruti. Ia mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain, dengan penuh keteguhan hati dan perjuangan, untuk meraih cintanya dalam dunia tari. “Menari adalah kebutuhan jiwa. Membuat fisik sehat juga perlu, tapi yang lebih penting, saya bisa merasa tenteram dan damai ketika menari,” ia memberi alasan. Senyum membayangi wajahnya. Continue Reading »
Posted in art | Tagged cinta...., Padnecwara, profil wanita, Retno Maruti, success story, tari klasik Jawa | 1 Comment »
Petualang Kehidupan

Passion itulah yang membuat saya selalu kembali, dan kembali…
Perjumpaan dengan Kemal Jufri terjadi pada sebuah senja di Anomali Coffee, Setiabudi Building, Jakarta. Ia duduk di dekat kaca, menghadap jalan raya dan gedung-gedung tinggi di seberangnya, lalu bercerita tentang pengalaman hidupnya sebagai jurnalis foto dengan amat ekspresif. Setiap foto yang dibuatnya adalah cerita panjang yang sangat personal, dibuat dengan sepenuh jiwa dan mata hatinya. Tak berlebihan kiranya bila tahun ini ia mendapat juara ke dua World Press Photo (kategori People in The News Stories), penghargaan dalam tiga kategori dari Picture of The Year International – semacam World Press Photo versi Amerika, serta China International Photo Contest yang memberikan Gold Prize. Ia adalah jurnalis foto pertama Indonesia yang meraih penghargaan tertinggi untuk fotografi jurnalistik itu.
Kemal terlihat menawan dengan kemeja biru tua yang berpadu celana kargo khaki. Dari salah satu sakunya, ia mengeluarkan Krama, syal kotak-kotak khas Kamboja, benda yang amat berguna untuk melindunginya dari berbagai kendala cuaca. “Karena saya bekerja dalam suasana ekstrim, saya perlu menyiapkan busana kerja yang berteknologi quick-dry, celana berkantung-kantung, serta sepatu nyaman yang juga berteknologi tinggi,” katanya. Jika ia dianggap punya “taste” jurnalistik baik, demikian pula dalam penampilan. “Bukan soal modis, hanya segala hal ini membantu saya dalam bekerja dengan nyaman,” elaknya. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged china international photo contest, Kemal Jufri, photo journalist, photographer, picture of the year, Profil Pria, seniman, success story, world press photo | 3 Comments »
Mencari Ruh Tari

Ia seperti pendekar dalam mencari sumber pengetahuan demi sebuah darma kehidupan
Ingatan Fajar Satriadi masih begitu tajam. Standing Ovation itu kembali bergemuruh sepanjang akhir pertunjukan Matah Ati dua hari berturut-turut di Esplanade Singapura, Oktober lalu. Ia sangat bahagia bisa memberikan seluruh energi dan kemampuan sehingga bisa memberi “nyawa” dalam pertunjukan garapan Atilah Soeryadjaya itu. “Saya merasa bahasa tarian itu membius penonton lintas budaya. Pada saat itulah, saya bangga menjadi orang Indonesia. Ada kesadaran nasionalisme yang terungkap kembali,” ujar Fajar yang berperan menjadi Raden Mas Said dalam pergelaran akbar yang juga dipentaskan di Indonesia Mei lalu.
Sebentar lagi, Matah Ati akan melakukan tur keliling ke Asia dan Eropa. Pertunjukan ini kian menambah panjang pengalamannya bekerjasama dengan para maestro tari Indonesia sejak tahun 1990. Di antaranya Sardono W. Kusumo, Miroto, Retno Maruti, Elly D. Luthan, dan Atilah Soeryadjaja. Tak hanya untuk kapasitas lokal, tapi juga berbagai event tari internasional, seperti di Jerman, Brazil, Jepang, Amerika, dan Inggris. Sementara sepanjang 2009 lalu, ia berkeliling beberapa kota di Inggris untuk mementaskan karya sendiri, Suara-Suara dan Tiga Karakter Topeng. Ia juga memberikan workshop tari di dalam negeri dan di Iuar negeri. Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia | Tagged art, Fajar Satriadi, kontemporer, Matah Ati, Profil Pria, success story, tari klasik Jawa | Leave a Comment »
Memecah Sunyi

Meski suka berada di zona nyaman, ternyata ia terus mempertanyakan kemapanan
Senyuman ramah yang dipancarkan Jaleswari Pramodhawardani langsung memupus sepi yang sejak tadi terasakan saat menginjak gedung Widya Graha, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),Jakarta, pukul sepuluh pagi. Di tempat Dhanny– nama akrabnya – bekerja sebagai peneliti itu tak terlihat sedikitpun tetamu. Tak ada penjaga yang memeriksa tas pengunjung seperti dilakukan gedung-gedung tinggi. “Sunyi?,” ia tertawa. Dan tawa renyah itulah yang memberi tanda bahwa ada “kehidupan” disana.
Belakangan ini sulit mencari Dhanny. Ia sedang banyak kesibukan di Kementrian Pertahanan dan Markas Besar TNI. “Saya sedang diminta bicara mengenai deradikalisasi, NII, Pancasila, dan ketahanan bangsa,”perempuan berkarakter feminin yang dikenal sebagai peneliti militer di Indonesiaitu menjelaskan. Di sisi lain, ia tengah mengkoordinir penelitian mengenai hak atas kepemilikan – sebuah serial lanjutan dari perempuan dan hak atas seksualitasnya. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged aktivis, Jaleswari Pramodhawardhan, LIPI, peneliti, peneliti militer, pertahanan, profil wanita, success story, TNI | 1 Comment »
Menuju Satu Bintang

Kalau punya cita-cita yang jelas, pasti hidup kita akan lebih sederhana. Tidak pernah rumit. Percayalah.
Perjalanan kehidupan adalah sebuah misteri yang terselubung dalam setiap peristiwa. Tak setiap manusia bisa memaknainya, hingga tiba dalam suatu masa ketika ia disadarkan akan setiap hal dalam catatan kehidupannya. Pun demikian halnya dengan Ninuk Widyantoro, psikolog dan seorang aktivis kesehatan reproduksi perempuan. Aktivitas dalam bidang kesehatan itu akhirnya bisa memadukan keinginan batinnya menjadi seorang guru tk seperti yang dicita-citakannya dan menjadi “dokter” seperti yang diinginkan oleh ayahnya.
Saat ini, ia adalah Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), yang memperjuangkan perlindungan hukum terutama bagi kesehatan kaum perempuan. Ia termasuk psikolog pertama di Indonesia yang menyusun panduan konseling Keluarga Berencana, saat itu untuk Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), sebuah LSM tertua yang memelopori gerakan Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Modul konseling training yang dibuatnya juga dipakai di berbagai negara, seperti Vietnam, Iran, Turki, Azerbaijan, Kazakhtan, Bangladesh dan sebagainya. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged aktivis, Kesehatan, konseling, Ninuk Widyantoro, profil wanita, Reproduksi, success story, Yayasan Kesehatan Perempuan | Leave a Comment »
Mendekat Tanpa Jarak

Menengok kembali hal-hal yang ia tutupi dalam diri selama ini adalah bagian dari rahasia kesuksesannya kini
Di sebuah kursi panjang dari kayu, Melati Suryodarmo (42) bercerita tentang tentang dirinya. Seniman senirupa pertunjukan (Performance Art) perempuan asal Solo, Indonesia, yang kini bermukim di Jerman itu sudah mengambil posisi duduk yang nyaman: bertimpuh pada satu kaki, dan membiarkan kaki lainnya bebas bergerak. Di sekelilingnya terlihat aneka benda kuno yang pernah dipakainya dalam berkarya, koleksi sang ayah, Suprapto Suryodarmo, seorang penari dan seniman gerak (free movement) yang juga pemilik dan pendiri Padepokan Lemah Putih.
“Performance Art atau senirupa pertunjukan (SP) merupakan pengembangan dari bidang senirupa yang menggunakan tubuh sebagai media seni,” ia mengawali perbincangan. Mungkin paham bahwa bidang seni yang dilakoni itu bukan termasuk jenis yang melayani selera kebanyakan. SP mewakili perjalanan sebuah pemikiran, konsep, dan pengkristalan suatu fenomena terpilih. SP tidak menyampaikan pesan secara verbal, melainkan berkomunikasi melalui bahasa tindakan. Penampilan disajikan kepada penonton secara interdisipliner, kadang mengunakan skenario, kadang spontan, dan bukan sekadar soal improvisasi seperti halnya dalam teater. “SP, dalam sejarahnya, membongkar dan mendobrak aturan konvensional senipertunjukan dan senirupa,”katanya. Continue Reading »
Posted in Uncategorized | Tagged art, kontemporer, Marina Abramovic, Melati Suryodarmo, Padepokan Lemah Putih, Performance Art, Performance Art Laboratory (PALA), profil wanita, seniman kontemporer, Senirupa Pertunjukan, success story, Suprapto Suryodarmo | Leave a Comment »
October 2, 2011 by rustika herlambang
Keindahan yang Bersahaja
Ia tahu bagaimana menghadirkan keindahan dan cinta dari sudut pandang yang tidak biasa
Davy Linggar (37) memesan segelas es coklat untuk memulai perbincangan pada suatu pagi menjelang siang di sebuah kafe di Plaza Senayan. Lepas dari kesukaannya, mungkin ia perlu zat-zat serotonin dalam coklat untuk memberi rasa nyaman dan rileks. “Saya nggak bisa ngomong, jadi ngomongnya lewat motret, lewat visual,” ujarnya pendek, sedikit terpatah. Duduk satu meja dengannya, Jane Hufron, managernya, dan Seno, asistennya. Jiahara, anak lelakinya, tertidur pulas dalam kereta dorong.
Menemuinya bukan perkara gampang. Selain sibuk, seniman dan fotografer fashion terkemuka diIndonesia ini terbilang enggan dipublikasikan, terutama menyangkut dirinya sendiri. Alasannya, seperti tersebut di atas, merasa tak bisa bicara. Dan dalam perbincangan berikutnya, ia bukanlah tipe pria yang mengumbar cerita tentang pribadinya. Namun demikian, ia terlihat “cerewet” tatkala perasaannya nyaman karena berada pada waktu, suasana, tempat, dan “frekuensi” yang sama dengan lawan bicaranya. Setiap kalimat yang diucapkan pendek-pendek itu terangkum kecerdasan dalam memandang setiap hal, seperti karya lukis dan foto-foto yang diabadikannya. Continue Reading »
Posted in art, cinta...., mewangikan nama indonesia, Profil Pria, seniman | Tagged Davy Linggar, fashion, fotografi, photographer, Profil Pria, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, success story | Leave a Comment »
October 2, 2011 by rustika herlambang
Menuju Ke Akar Yudi Latif
Ia menemukan diri dengan cara menziarahi akar genetik dan sosial budaya yang telah menjadikannya

“Dalam kebimbangan arah hidup, jalan terbaik pulang ke akar.” Sebuah ungkapan Yudi Latif di laman twitter seperti memberi jalan untuk mengenalnya dengan lebih baik. Berbagai peristiwa dan sekaligus sejarah dirinya dalam memberi warna dalam percaturan intelektual di Indonesia pun tak lepas dari pernyataan ini. Aktivitas terakhirnya ialah ketika ia meluncurkan buku terbarunya: Negara Pancasila (NP). Di tengah situasi sosial politik Indonesia saat ini, kelahiran buku yang mengupas tuntas mengenai Pancasila menjadi jawabannya: mengembalikan Indonesia pada tempatnya, akarnya, jiwanya. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, penulis, Profil Pria | Tagged aktivis, intelektual islam, Negara Pancasila, pancasila, Profil Pria, Reform Institute, success story, Yayasan Nurcholish Madjid, Yudi Latif | 1 Comment »
October 2, 2011 by rustika herlambang
Istana Rahasia Julian Aldrin Pasha
Perjalanan hidup ini adalah benar-benar pilihan saya. Dunia yang saya inginkan. Bukan karena tak ada pilihan.

Di tengah telepon yang sering berdering.
Senja menyapa pelataran istana Merdeka, ketika akhirnya Julian Adrin Pasha, Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menampakkan dirinya. Ia berjalan cepat dari kejauhan, seperti merasa sangat bersalah karena pertemuan yang dijanjikan pada pukul empat sore harus mundur hingga lebih dari satu jam kemudian. Sedikit keringat meleleh di keningnya yang bersih, dan ia mengusap dengan sapu tangan yang diambil dari saku celana. “Maaf, saya terlambat,” ujarnya.
Kondisi istana saat itu tengah sedikit terguncang akibat berbagai rumor pemberitaan negatif mengenai Presiden SBY, mulai kisah SMS fitnah hingga kasus korupsi Nazaruddin, bendahara umum partai Demokrat yang didirikan atasan Julian tersebut. Dan ketika perbincangan ini terjadi, ia baru saja bertemu dengan Presiden SBY. Entah apa yang dibicarakan, namun kepenatan masih tergurat di wajahnya. “Presiden sedang banyak dibicarakan dalam hari-hari terakhir ini, posisi juru bicara yang melekat dengan presiden pun ikut pula merasakan berat,” ujarnya dengan nada ringan. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, pejabat, Profil Pria | Tagged aktivis, Julian Aldrin Pasha, Juru Bicara Presiden, politik, Profil Pria, success story, Susilo Bambang Yudhoyono | 3 Comments »
December 11, 2011 by rustika herlambang
Persembahan Kehidupan
Ia serahkan hidupnya hanya untuk satu kata: seni, yang telah membebaskannya dari segala malabencana
Kenangan amat mengesankan menggenangi perasaan Heri Wardono. Kala itu ia melihat air danau kecoklatan perlahan-lahan berubah menjadi biru toska yang memberinya rasa damai dan sejuk. Ia bisa berenang, bahkan rasanya seperti terbang! Jauh di seberang, ia melihat kawan-kawannya menatap padanya. Dalam hati penuh kemenangan, ia bertekad menyeberangi lautan, membuktikan kekuatan. Setiap gerakan yang dilakukan seperti adegan slow motion film The Six Million Dollar Man. Pemandangan begitu indahnya. Begitu beningnya. Begitu heningnya. Pengalaman ini sungguh luar biasa.
“Mungkin pengalaman itu yang membuat saya menjadi seniman,” Heri Dono tersenyum, mengisahkan halusinasinya ketika tenggelam di danau Ancol, 40 tahun lalu, dan membuka percakapan mengenai dirinya sendiri pada suatu siang di Nadi Galleri, Jakarta. “Bapak hampir frustasi, sampai akhirnya menubruk tubuh saya yang sudah lemas,”katanya meneruskan. Waktu itu tipis sekali kemungkinan ia bisa bertahan dalam lumpur yang pekat. Tapi ia berhasil diselamatkan. Meski sesudahnya, ia harus banyak berurusan dengan obat-obatan dan…paranormal! Continue Reading »
Posted in art, mewangikan nama indonesia, Profil Pria, seniman | Tagged art, Heri Dono, kontemporer, legenda, Profil Pria, Seni Rupa Kontemporer Indonesia, seniman, seniman kontemporer, success story, yogyakarta | 2 Comments »
Jejak Masa Depan
Dalam kehidupan personal yang amat linier, ia perlu wadah untuk mengembangkan keliaran ide dan gagasan-gagasannya
Rezal Kusumaatmadja benar-benar membawa hawa segar. Pandangan bahwa lingkungan dan sosial akan menjadi bagian integral dari sebuah bisnis akhirnya terbuktikan. Salah satu terobosan terbesar yang dilakukan adalah Carbon Trading (perdagangan karbon) dan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD), di mana ia berhasil mengubah pola pikir proyek konservasi hutan yang biasanya dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah dan bersifat non-profit, menjadi sebuah bisnis besar, profesional, dan tentu saja berorientasi profit. Prestasi itu menghantarkannya sebagai finalis Ernst and Young Social Entrepreneur Award tahun 2010.
Dalam berbagai forum lingkungan internasional, Rezal sering diminta tampil sebagai pembicara. Misalnya saja di UN Forum on Forest (UNFF) dan Pasar Karbon Asia. Ia juga berdiri sebagai anggota komite standar internasional untuk REDD + Social and Environmental Standards (SES) selain menjadi anggota dewan penasehat di beberapa lembaga internasional. Saat ini, bersama dengan Dharsono Hartono, teman kuliahnya di Cornell, ia memimpin Proyek Konservasi Gambut Katingan di Kalimantan Tengah, yakni proyek restorasi ekosistem seluas 200 ribu hektar hutan gambut. Proyek konservasi lingkungan swasta terbesar di Indonesia ini mendapat sorotan dunia internasional karena wilayah konservasinya mencapai 3 kali lipat luas wilayah Singapura. Continue Reading »
Posted in mewangikan nama indonesia, Profil Pria | Tagged aktivis, ernst and young social entrepeneur award, konservasi hutan, pengusaha, Profil Pria, REDD, Rezal Kusumaatmadja, success story, sustainability | Leave a Comment »
Older Posts »